Opini Pos Kupang
SR. Robertilde, SspS, Melayani Tanpa Batas
Sekolah Tentang Hidupnya Sr. Robertilde, Wihelmina Anthonia van de Meer, SSpS, atau biasa di panggil Sr. Rober, adalah seorang biarawati katolik
Ketika orang non-Indonesia tiba, hal itu memicu ketakutan dan kebencian mereka terhadap orang-orang asing. Ada perpecahan di antara penduduk setempat.
Baca juga: Opini Pos Kupang :Bisnis Prostitusi Daring dan Budaya Konsumtif
Dia mengerti dan mengalami semua ini. Dia datang dan hanya melayani mereka, tidak peduli bagaimana mereka berpikir tentang dirinya. Pada akhirnya, mereka menyadari bahwa dia adalah orang yang sangat baik.
Dengan kepribadiannya yang ramah, santai, dan relax, Sr. Robertilde menjadi sangat cepat dan mudah untuk didekati.
Ia mudah masuk ke dalam situasi masyarakat setempat bahkan mampu mengkomunikasikan bahan-bahan ajarnya dengan begitu sederhana.
Inilah yang menjembatani dirinya dan orang-orang lokal.
Antropologi yang Menyeluruh
Bagian terakhir dari sikap yang perlu ada dari seorang misionaris ketika datang ke tempat yang baru adalah memiliki sikap yang mampu berintegrasi dan terbuka terhadap kehidupan religius orang lain.
Dia adalah seorang yang memiliki wawasan yang luas dan mempunyai sikap yang mampu mengharmonikan diri dengan keindahan budaya setempat, sederhana, manusiawi, gembira, dan menyatu dengan alam. Ini adalah karakteristik seorang Sr. Robertilde.
Kehadirannya tidak meruntuhkan batas-batas perbedaan, tetapi membuat perbedaan itu memperkaya satu sama lain.
Dia menjadi seorang pribadi yang oleh Anthony Bellagamba dalam bukunya "Mission and Ministry in the Global Chruch" dijuluki sebagai "person of present," seorang pribadi yang hidup masa kini, yang berkontak dengan relaitas saat ini, dan "person of the beyond," sesorang yang pergi melampaui budayanya sendiri, sejarah, nilai-nilai, bahasa ibu, symbol-simbol hidup dan bahkan mengosongkan dirinya sendiri demi beradaptasi dan menerima budaya orang-orang yang dilayaninya, orang-orang Manggrai. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketika-jokowi-menjenguk-korban-bencana.jpg)