Breaking News

Opini Pos Kupang

SR. Robertilde, SspS, Melayani Tanpa Batas

Sekolah Tentang Hidupnya Sr. Robertilde, Wihelmina Anthonia van de Meer, SSpS, atau biasa di panggil Sr. Rober, adalah seorang biarawati katolik

Editor: Kanis Jehola
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang 

Kehadirannya melampaui aksesibilitas. Inilah yang disebut sebagai spiritualitas kehadiran.

Ini menuntut tidak hanya kehadiran secara fisik tetapi harus melampaui itu, seperti penerimaan terhadap realitas pluralisme. Sr. Robertilde membangun hubungan dan dialog dengan begitu banyak orang dari semua lapisan masyarakat.

Dia menganggap mereka sebagai saudara perempuan dan laki-lakinya dan memberikan pelayanan yang baik kepada mereka secara merata. Baginya, semua orang yang datang kepadanya harus ditolong, dengan cara apa saja.

Spiritualitas Kenotik

Sr. Robertilde, SSpS berasal dari dunia dan kota yang maju, dari keluarga yang kaya, dan dengan senang hati datang dan melayani umat Allah di Manggarai, yang saat itu masih belum bisa diakses dengan mudah.

Baca juga: Opini Pos Kupang 12 April 2019: Oleh-Oleh ke Senayan

Dia meninggalkan negara asalnya, meninggalkan hak istimewanya sendiri, untuk melayani orang-orang Manggarai dan membiarkan dirinya dibimbing oleh penduduk setempat, terutama dalam belajar bahasa, budaya dan kebiasaan-kebiasaan lainnya.

Inilah yang kita sebut spiritualitas kenotik. Ini merujuk pada sikap seorang religious misionaris sebagai penerima bukan pemberi.

Mereka harus menempatkan diri mereka sebagai orang asing dan sebagai tamu. Mereka perlu membiarkan tuan rumah mengajari mereka tentang segala hal.

Di atas segalanya, mereka harus menjalani kehidupan dengan rasa syukur. Sr. Robertilde telah menjalani kehidupan seperti ini.

Dia senang bisa menyatu dengan orang Manggarai. Dia dengan begitu mudah berrelasi dengan begitu banyak orang.

Baca juga: Opini Pos Kupang 10 April 2019:Pemilu dan Persoalan Kepercayaan

Dia menghargai orang-orang Manggarai dengan nilai-nilai budaya mereka.

Ia mewartakan kasih Tuhan melalui kesaksian hidupnya, dengan mengikuti teladan Yesus yang mengosongkan diri-Nya untuk menyelamatkan umat manusia.

Rekonsiliasi

Datang ke satu tempat baru tidak selalu bertemu dengan tuan rumah yang ramah. Kedatangan seorang tamu baru tidak selalu disambut dengan baik.

Indonesia, ketika Sr. Robertide tiba, masih dihantui oleh kenangan masa lalu penjajahan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved