Breaking News:

Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Segera Dilakukan, Ada Supervisi Akademik

Penerapan pembelajaran tatap muka terbatas segera dilakukan, ada supervisi akademik

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Pertemuan Bakohumas Lingkup Pemprov NTT dengan "Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Tengah Pandemi Covid-19, Peluang dan Tantangan untuk Mewujudkan Generasi Cerdas dan Berkarakter Unggul di Nusa Tenggara Timur, Jumat (18/6) 

Penerapan pembelajaran tatap muka terbatas segera dilakukan, ada supervisi akademik

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pandemi Covid-19 telah memberikan pengaruh pada pelaksanaan pendidikan di NTT. Setahun berlalu proses belajar mengajar dilakukan secara daring melalui pembelajaran jarak jauh ( PJJ).

Namun, banyak dampak pembelajaran di masa pandemi ini bagi kesehatan mental dan kondisi anak didik. Ada risiko putus sekolah, penurunan capaian belajar, kekerasan pada anak, dan risiko eksternal.

Guna mengatasi hal tersebut, pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Menteri Agama tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi. Dalam keputusan bersama itu, pemerintah mendorong akselerasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Polres Ngada Gelar Apel Bhabinkamtibmas dan Komunitas Penyitas Covid-19

Baca juga: Kabar Tinju Dunia, Tyson Fury Vs Deontay Wilder Jilid III Juli 2021 Mendatang, Siapa Unggul?

PTM tersebut direncanakan dimulai pada Juli 2021. Untuk Provinsi NTT sendiri telah dilakukan uji coba PTM Terbatas sejak 3 Mei 2021 lalu. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Linus Lusi menyebut, dinas bekerja sama dengan tim Lab Biokesmas Provinsi NTT melakukan surveilans dan qPCR bagi guru dan peserta didik secara sampling pada SMA/SMK di Kota Kupang sebelum lakukan uji coba tatap muka. Sekiranya ada 8 SMA, 2 SMK, dan 1 SLB.

Linus menyebut bahwa sekolah yang melakukan PKM tentunya telah selesai menjalani vaksinasi bagi para guru dan tenaga pendidiknya. Setelah selesai vaksinasi, maka akan dilakukan persiapan PTM Terbatas.

"Terbatas dalam hal apa? Terbatas dalam zonasi waktu, jumlah peserta didik, dan desain kurikulum," kata Linus saat menyampaikan materi dalam Pertemuan Bakohumas Lingkup Pemprov NTT dengan "Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Tengah Pandemi Covid-19, Peluang dan Tantangan untuk Mewujudkan Generasi Cerdas dan Berkarakter Unggul di Nusa Tenggara Timur, Jumat (18/6).

Baca juga: 52 Sekolah di Kota Kupang Siap Selenggarakan PPDB, Ini Jadwalnya

Baca juga: 5 Kali Raih WTP, Ketua DPRD Sikka Beri Apresiasi

Artinya, selain ada pengurangan waktu pembelajaran dan jumlah peserta didik, kurikulum yang digunakan dalam PTM Terbatas juga diseleksi oleh guru bagi kepentingan pembelajaran. Jika ada orang tua yang tidak mau anaknya mengikuti PTM, maka dinas akan berkoordinasi sehingga para guru penggerak bisa mengunjungi siswa

Linus mengatakan, panduan pembelajaran dari pusat bersifat formatif. Kebijakan tetap diambil alih oleh manajemen sekolah sesuai kondisi yang dialami di masing-masing sekolah.

"Regulasi dan evaluasi tetap dilaksanakan oleh para guru di bawah supervisi pengawas," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved