Fakta Baru Abrip Asep Anggota Brimob Hilang Saat Tsunami Aceh 2004, Hasil Tes DNA Ungkap Asep
Belum lama ini, jagat maya dihebohkan dengan kabar mengenai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), yang disebut-sebut sebagai seorang polisi yang hilang s
POS KUPAN.COM -- Jagad maya dihebohkan dengan penemuan anggota Brimob yang sudah dinyatakan hilang
Anggota Brimob yang hilang dalam bencana alam gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 ditemukan lagi dalam keadaan sakit jiwa
Namun fakta selanjutnya sungguh mengagetkan
Belum lama ini, jagat maya dihebohkan dengan kabar mengenai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), yang disebut-sebut sebagai seorang polisi yang hilang saat Tsunami Aceh
Ya, ia dikabarkan merupakan seorang polisi yang ikut menjadi korban pada Tsunami Aceh pada tahun 2004 lalu.
Baca juga: Bukannya Bertempur Lawan KKB, Oknum Brimob ini Malah Kabur dari Kesatuannya, Ditemukan di Bandara
Baca juga: Guna Temukan HP Korban Pembunuhan Marsela Bahas, Polisi Turunkan Anggota Brimob
Baca juga: Pengeroyokan Prajurit Kopassus & Brimob, 5 Terduga Pelaku Diringkus 2 Buron, Apa Motivasi Pelaku?
Baca juga: Komadan Brimob Meninggal Usai Divaksin Corona, Danki A Diduga Berstatus OTG , Ini Penjelasannya
Awalnya ia diketahui sebagai seorang pasien Rumah Sakit Jiwa Zainal Abidin Banda Aceh
Tentu hal ini menjadi kabar membahagiakan bagi banyak pihak.
Tak terkecuali bagi keluarga Asep sendiri.
Pihak keluarga Asep sangat menyakini bahwa orang tersebut merupakan Asep yang hilang saat tsunami Aceh.
Kemudian pihak kepolisian akhirnya melakukan tes DNA untuk memastikan bahwa pria tersebut adalah Asep atau bukan.
Pihak kepolisian mengambil sampel berupa air liur dan rambut dari Asep dan terduga keluarga Asep di Lampung.
Sedangkan, pihak keluarga terduga keluarga Asep yang diambil sampelnya adalah Syaiful, Mahyudin dan Wahab.
Baru-baru ini, hasil tes DNA itu pun sudah keluar.
Namun, takdir justru berkata lain.
Mengutip KOMPAS.com pada Kamis (17/6/2021), menurut Kepala Sub Bidang Kedokteran Polisi (Kasubiddokpol) Biddokes Polda Lmpung, AKBP Legowo Hamijaya, hasil tes DNA menunjukkan tidak adanya kecocokan antara sampel DNA mereka.