Breaking News:

Pemkab Belu Segera Luncurkan Program Pengobatan Gratis

pemerintah dalam menyelenggarakan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Camat dan para kepala desa se-Kecamatan Tasifeto Timur menyambut kedatangan Bupati Belu dr. Agus Taolin, Sp. PD dan Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens MM serta rombongan, Selasa 14 Juni 2021. 

Pemkab Belu Segera Luncurkan Program Pengobatan Gratis

POS KUPANG. COM| ATAMBUA---Pemerintah Kabupaten Belu akan segera luncurkan program pengobatan gratis bagi masyarakat Belu. Bila tidak aral dan rintangan, program prioritas Bupati dr. Agus Taolin, Sp. PD dan Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens MM ini diluncurkan Agustus 2021.

Saat ini pemerintah genjot menyelesaikan dokumen RPJMD sebagai pedoman bagi pemerintah dalam menyelenggarakan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan. 

Bupati Agus Taolin mengatakan hal ini ketika melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Tasifeto Timur, Selasa 14 Juni 2021. Dalam agenda kunker tersebut, Bupati Agus Taolin bertemu dengan camat, para kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kantor Camat Tastim. Bupati didampingi Wakil Bupati Belu Drs. Aloysius Haleserens MM dan para pimpinan OPD.

Pada kesempatan itu, Bupati Agus Taolin mengatakan, program pengobatan gratis akan diluncurkan 11 Agustus 2021. Saat ini pemerintah masih menyelesaikan  dokumen RPJMD dan Peraturan Daerah (Perda) untuk disampaikan ke DPRD dan disahkan. 

Baca juga: Bupati Belu, Agus Taolin Prediksi Tiga Timnas Bisa Menjuarai Euro 2021. Simak Tim Jagoan Bupati

"Paling lambat Perda disahkan pada Agustus 2021. Kita akan merevisi jadwal supaya dimajukan pengesahannya lebih awal sekitar minggu kedua Agustus. Kami akan koordinasi dengan DPRD supaya sidang dipercepat. Begitu selesai Perda ini, seluruh masyarakat Belu bisa berobat gratis sudah", kata Bupati disambut tepukan tangan meriah dari masyarakat. 

Dalam pelaksanaan program pengobatan gratis ini, masyarakat hanya menunjukkan KTP setiap kali berobat di fasilitas kesehatan yakni di rumah sakit umum daerah (RSUD) Atambua dan puskesmas. 

Segala kebutuhan pasien seperti obat akan disediakan pemerintah baik di rumah sakit maupun di puskesmas. Untuk itu, ditegaskan kepada dokter, baik di rumah sakit maupun puskesmas agar tidak memberikan resep obat untuk dibeli di apotek luar rumah sakit. 

Baca juga: Bupati Belu, Agus Taolin Prediksi Tiga Timnas Bisa Menjuarai Euro 2021, Apa Saja?

"Dokter di RSUD Gabriel Manek, maupun di puskesmas tidak boleh tulis resep untuk pasien. Sebab semua tersedia di RSUD maupun puskesmas. Kalau saya temukan masyarakat berobat tapi bayar, maka dokter, direktur RSUD maupun kadis kesehatan wajib mengembalikan uang masyarakat", tegas dokter ahli penyakit dalam ini.

Untuk mendapat pelayanan pengobatan gratis, masyarakat harus memiliki E-KTP. Camat dan kepala desa harus memfasilitasi masyarakat yang belum memiliki KTP. Jika camat dan kepala desa tidak sanggup mengurusnya maka kepala desa dan camat siap menanggung biaya pengobatan masyarakatnya. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved