Breaking News:

Bupati Belu Agus Taolin Lakukan Perubahan di Setiap Lini Pembangunan

Saat ini Bupati Belu Agustinus Taolin melakukan perubahan di setiap lini pembangunan di Kabupaten Belu

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD dan Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM 

Saat ini Bupati Belu Agustinus Taolin melakukan perubahan di setiap lini pembangunan di Kabupaten Belu

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD dan Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens terus melakukan perubahan di setiap lini pembangunan. Perubahan dimaksud dimulai dari hal sederhana dan bertahap sehingga suatu saat nanti akan menjadi sebuah perubahan besar dan memberikan manfaat bagi Kabupaten Belu.

Bupati Agus Taolin mengibaratkan perubahan itu seperti menyusun desertasi. Ada proses, mulai dari pemilihan judul, menyusun sampai menghasilkan desertasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

"Memilih judul saja bisa dua bulan. Kapan bisa jadi desertasi kalau kita tidak memulai", katanya.

Baca juga: Meski Kalah Saat Pilpres, Prabowo Subianto Tetap Kaya Raya, Harta Kekayaan Capai Rp 2 Triliun, Lho?

Baca juga: Gubernur Viktor Laiskodat Inginkan Pembangunan Kawasan NTT NTB dan Bali Secara Sinergis

Dalam mengurus pembangunan juga mesti demikian. Pemerintahan harus memulai supaya ada kemajuan dan mendapatkan hasil bermanfaat bagi masyarakat.

Bupati Agus Taolin mengungkapkan hal ini dalam kegiatan evaluasi RPJMD 2016-2021, di Gedung Betelalenok, Kamis 10 Juni 2021.

Menurut Agus Taolin sejak dilantik 26 April 2021, ia bersama wakilnya langsung melakukan gebrakan perubahan dalam hal pelaporan kasus COVID-19 dari manual ke online. Sistem pelaporannya update atau harian dan cakupannya luas mulai dari data perkembangan kasus, pelaksanaan vaksin, penanganan di rumah sakit sampai dengan rasio kapasitas bed, dan pelayanan di rumah sakit.

Baca juga: Update Covid-19 NTT : Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah

Baca juga: Kisah Bocah 11 Tahun di Labuan Bajo Terbakar Kulit, Orang Tua Kesulitan Biaya

Lanjut Agus Taolin, perubahan di lini ini sangat membantu dirinya sebagai kepala daerah untuk mendapat data yang valid dan update. Apalagi ketika berada di luar daerah seperti di Jakarta. Dengan data berbasis online, ia tidak perlu menunggu laporan dari kepala dinas.

"Kalau saya di jakarta tidak perlu bawa kepala dinas. Lihat data saja, saya bisa print di sana", ujarnya.

Perubahan lain yang dilakukan Bupati Agus Taolin adalah membiasakan diskusi, transparansi dan meningkatkan sinergitas dengan melibatkan stakeholder. Ia sadar betul, mengurus pembangunan bukan hanya pemerintah tapi juga butuh keterlibatan stakeholder.

Stakeholder diberi ruang untuk memberikan input atau masukan kepada pemerintah lewat forum diskusi.

Menurut Agus Taolin, keterlibatan stakeholder dalam evaluasi RPJMD 2016-2021 selama lima hari itu merupakan bentuk sinergitas, koordinasi dan soliditas untuk sama-sama membangun daerah.

Agus Taolin bertekad, selama masa kepemimpinannya, ia terus memberikan perubahan di setiap line pembangunan. Pemerintah mesti berinovasi meski bertahap namun kata kuncinya adalah memulai. Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved