Breaking News:

Wilhelmus Dianiaya Keluarga Sendiri, Diduga Masih Terkait Kasus Pembunuhan di Watodiri Lembata

Ketiga terduga pelaku yakni HK, SS dan EI disebut masih memilik hubungan keluarga dengan korban.

POS KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Resor Lembata 

Wilhelmus Dianiaya Keluarga Sendiri, Diduga Masih Terkait Kasus Pembunuhan di Watodiri Lembata

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Wilhelmus Waleng, Warga desa Watodiri, Kecamatan Ile Ape dianiaya oleh tiga orang warga di desa tersebut, pada Selasa 8 Juni 2021 siang. Ketiga terduga pelaku yakni HK, SS dan EI disebut masih memilik hubungan keluarga dengan korban.

Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen melalui Kapospol Ile Ape Ipda Udin Abdullah membenarkan adanya tindakan kriminal tersebut.

"Korbannya masih keponakan juga (dari pelaku), korbannya satu orang. Dia dicekik lalu dipukul," ungkap Ipda Udin saat dihubungi Pos Kupang, Selasa malam kemarin.

Menurut dia, diduga penganiayaan ini masih ada kaitannya dengan kasus pembunuhan warga desa Watodiri Kanisius Tupen tahun lalu. Kasus pembunuhan ini pun sudah naik ke meja persidangan.

Ipda Udin memastikan situasi di desa masih kondusif pasca peristiwa penganiayaan terhadap Wilhelmus Waleng yang terjadi di rumah Almarhum Kanisius Tupen tersebut.

Kasus tindak pidana ini menurutnya sudah ditangani penyidik Satuan Reskrim Polres Lembata untuk langkah selanjutnya. 

Wilhelmus Waleng, korban penganiayaan, kepada wartawan pada Selasa malam, berujar, pada awalnya salah satu pelaku mengirim pesan inbox Facebook yang meminta korban mengunggah di media sosial sebuah video yang berkaitan dengan kasus pembunuhan di desa tersebut.

Wilhelmus menolak permintaan itu. Namun, dia menyampaikan kepada pelaku, kalau hendak menonton video tersebut sebaiknya keduanya bertemu langsung di rumah.

Kemudian, mereka bertemu di rumah Almarhum Kanisius Tupen dan korban meminta salah satu pelaku menonton video tersebut di ponsel milik korban. Akan tetapi, saat korban hendak keluar dari rumah untuk memberi makan ternak, salah satu pelaku langsung menganiaya dirinya disusul dua pelaku lainnya yang berada di lokasi yang sama.

Masyarakat lainnya pun datang melerai penganiayaan ini. Korban lalu melapor ke polisi dan langsung divisum. 

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Lembata Iptu Komang Sukamara, memastikan kasus tersebut sudah ditangani penyidik Polres Lembata dan dalam tahapan pemeriksaan saksi-saksi.

"Kita bertahap secara prosedur, diawali dengan lidik dulu," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved