Satgas Covid-19 : Vaksin Covid-19 Bukan Pengobatan, Harus Didukukng Disiplin Protokol Kesehatan
Vaksin Covid-19 bukan untuk pengobatan. Hingga saat ini pengobatan Covid-19 masih dalam tahapan pengembangan
POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Vaksin merupakan perlindungan dari potensi penularan Covid-19 yang harus didukung disiplin penerapan protokol kesehatan oleh setiap orang
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, vaksin Covid-19 yang saat ini sudah ada bukan merupakan obat bagi individu yang terpapar virus corona.
"Vaksin Covid-19 bukan untuk pengobatan. Hingga saat ini pengobatan Covid-19 masih dalam tahapan pengembangan," ujar Wiku dalam keterangan pers secara virtual pada Selasa 1 Juni 2021
"Upaya terbaik dalam menghindari penularan Covid-19 adalah melakukan pencegahan melalui disiplin protokol kesehatan dan melakukan kegiatan-kegiatan vaksinasi apabila dimungkinkan," jelasnya.
Wiku melanjutkan, pada Senin (31/5/2021) pemerintah resmi menerima 8 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk bulk atau bahan baku vaksin.
Kedatangan pada Senin ini merupakan pengiriman vaksin Sinovac gelombang ke-14.
Baca juga: Siap-siap, Lansia di Lembata Terima Vaksin Covid-19
Baca juga: Vaksin Covid-19 Bagi Penyandang Disabilitas di Sikka Mulai Diberikan
Menurut Wiku, pemerintah berharap melalui kedatangan vaksin ini, program vaksinasi nasional dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan jadwal.
"Dengan begitu kesehatan masyarakat dapat pulih dan ekonomi nasional kembali bangkit," tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksinasi Covid-19 diperkirakan bisa mencapai 27.000.000 suntikan pada Senin 31 Mei 2021
Baca juga: Kasus Covid-19 di Malaysia Makin Ganas, Kasus Harian Baru Diprediksi Tembus 13 Ribu Perhari
Baca juga: Kasus Covid-19 di Manggarai Tembus 2.149 Orang, 26 Orang Meninggal Dunia
Menurut Budi, kecepatan vaksinasi Covid-19 saat ini sudah kembali ke angka 500.000 suntikan per hari. Dia melanjutkan, stok vaksin Covid-19 yang dimiliki Indonesia pada bulan ini sekitar 20 juta dosis vaksin.
Sehingga apabila disuntikkan dalam kurun waktu 30 hari maka pemerintah mampu melakukan 500.000-600.000 penyuntikan per hari.
Tingkatkan Kekebalan Alami
Studi baru para ilmuwan di Rockefeller University, New York, Amerika Serikat menunjukkan bahwa vaksin meningkatkan kekebalan alami terhadap virus corona, SARS-CoV-2.
Orang yang terinfeksi Covid-19, mendapatkan kekebalan tubuh yang kuat terhadap virus corona, setidaknya selama setahun setelah awalnya mereka terinfeksi.
Seperti dilansir dari Medical Xpress, Selasa 1 Juni 2021, dalam menganalisis antibodi yang ada dalam darah pasien Covid-19, para ilmuwan ini dapat melacak evolusi molekul yang dapat berubah tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/wiku-adisasmito_01.jpg)