Senin, 11 Mei 2026

Opini Pos Kupang

Uji Nyali Partai Golkar

Partai Golongan Karya ( Partai Golkar) NTT telah merilis nama-nama bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang 

Oleh Lasarus Jehamat, Dosen Sosiologi Fisip Undana Kupang

POS-KUPANG.COM - Partai Golongan Karya ( Partai Golkar) NTT telah merilis nama-nama bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota untuk kontestasi politik tahun 2024 (19 Mei 2021).

Dari nama-nama yang beredar, sebagian besar merupakan kader Golkar dan sisanya berasal dari berbagai bidang; swasta, ASN, dan dosen (negeri dan swasta).

Dari aspek jenis kelamin, sebagian besar bakal calon adalah laki-laki. Dari aspek usia, Golkar memilih dari yang milenial sampai ke kelompok tua. Dari karakteristik etnopolitik dan geopolitik lokal NTT, calon yang dirilis Golkar merepresentasi suku, bangsa, dan agama di NTT.

Bagi saya, ini merupakan langkah taktis sekaligus berani. Taktis karena dengan begini, Golkar telah membaca peluang dan tantangan kontestasi 2024. Karena itu, lumrah jika bakal calon diumumkan sekarang.

Baca juga: Simak Jadwal Grup B Euro 2020, Duel Debutan Melawan Kampiun 1992, Siapa Mereka?

Baca juga: Ramalan Zodiak Karier Senin 24 Mei 2021: Cancer Jalin Kemitraan, Virgo Bakal Dapat Promosi

Aspek popularitas tentu menjadi bidikan utama di sana. Selain karena alasan peluang, langkah Golkar dinilai berani karena meski Golkar merupakan pemenang bersama PDIP di tingkat jumlah kursi di DPRD Provinsi, misalnya, Golkar mau mematahkan mitos dinamika kandidasi di setiap proses kontestasi.

Karena itu, saya menyebut langkah Golkar ini sebagai sebuah ujian. Langkah ini jelas bertujuan menguji nyali Golkar secara internal dan dan menguji nyali kesadaran politik masyarakat NTT secara eksternal.

Pilihan mengumumnkan nama-nama bakal calon hari ini jelas melalui pertimbangan yang matang dan rasional. Golkar NTT jelas sudah menghitung dan terus mengukur peluang dan kesempatan berdasarkan kekuatan yang dimiliki partai secara internal.
Gugatan banyak pihak sesungguhnya amat sederhana.

Bagaimana cara Golkar memenangi uji nyali ini? Pertanyaan ini laik diajukan terutama karena dua hal pokok.

Baca juga: Promo Indomaret Senin 24 Mei 2021 Harga Heboh , Minyak Tropical Rp 27.800, Frisian Flag Lebih Murah

Baca juga: Promo Indomaret Diskon Produk Masak Senin 24 Mei 2021, Mamasuka Pancake Rp 7500, Blue Band Rp 7.100

Pertama, sebagaimana dinamika politik nasional telah meriak keluar, Golkar kemudian turut serta dalam riakan itu dan coba menawarkan orang-orang terhebatnya untuk duduk dalam kursi pimpinan politik di 2024 nanti.

Kedua, untuk konteks NTT, Golkar saat ini masih berada dalam lingkaran kekuasaan. Sebab, Wakil Gubernur NTT saat ini adalah kader Partai Golkar. Mengumumkan nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur sekarang sama dengan menabuh genderang perpisahan dengan Nasdem dan menawarkan kursi lain untuk partai lain di level provinsi.

Tanggung Jawab Politik

Nyali Golkar sedang diuji. Nyali Golkar diuji untuk menjadi pemimpin politik baik di tingkat provinsi maupun di beberapa kabupaten/kota. Dalam studi politik kontemporer, ada beberapa langkah yang mesti dilakukan untuk mendapatkan suara dan dukungan. Pandangan yang paling baru ialah soal tanggung jawab politik partai politik.

Dalam Corporate Political Responsibility, Johannes Bohnen (2021) menyebutkan tanggung jawab partai tidak hanya dalam konteks sosial tetapi juga politik. Ibarat perusahaan, menurut Bohnen, partai politik saat ini nyaris seperti perusahaan yang memproduksi barang.

Agar laku dijual, perusahaan harus mempelajari preferensi pilihan konsumen terlebih dahulu. Dengan kata lain, sebuah barang bisa laku dijual kalau barang tersebut benar-benar dibutuhkan pembeli. Ada banyak model produksi yang dilakukan perusahaan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved