Breaking News:

Pendemo Ajak DPRD Lembata Supaya Berwibawa di Depan Pemerintah

Dialog antara perwakilan massa Aliansi Rakyat Lembata Bersatu dan 13 Anggota DPRD Lembata berlangsung alot

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Aktivis senior Kanisius Soge sedang berorasi di depan Kantor DPRD Lembata, Kamis, 20 Mei 2021. Massa Aliansi Rakyat Lembata Bersatu melakukan unjuk rasa di tiga titik yakni di Kejaksaan Negeri Lembata, Polres Lembata dan DPRD Lembata. 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA-Dialog antara perwakilan massa Aliansi Rakyat Lembata Bersatu dan 13 Anggota DPRD Lembata berlangsung alot dan penuh dinamika di lobi Gedung Kantor DPRD Lembata, Kamis, 20 Mei 2021 siang.

Selain menyampaikan sejumlah tuntutan kepada para wakil rakyat, para pendemo juga datang untuk membangkitkan wibawa lembaga DPRD Lembata di hadapan Pemda Lembata.

Koordinator Umum Kanisius Soge menyampaikan empat tuntutan.

Tuntutan pertama, DPRD Lembata harus menyatakan sikap secara resmi tentang 'jalan dinas' Bupati Lembata keluar daerah selama sebulan di tengah masa bencana di Lembata.

Baca juga: Fakta Lain Kasus Pembunuhan, Sebelum Habisi Yuliani Pelaku Tinus Bunuh Seorang Korban Lain

Baca juga: Amppera Kupang Desak Penyidik Polda NTT Periksa Bupati Lembata Dituding Otaki Proyek Awalolong

Kedua, DPRD Lembata harus menyatakan sikap mendukung Polda NTT menangkap aktor intelektual kasus dugaan korupsi Pulau Siput Awololong. Ketiga, DPRD Lembata harus menyatakan sikap soal penanganan bencana oleh Pemda Lembata. Keempat, menggelar paripurna istimewa memberhentikan Bupati Lembata yang mereka nilai sumber dari segala carut marut di Kabupaten Lembata.

Dengan ini, kata Kanis Soge, aliansi sebenarnya ingin mengembalikan wibawa lembaga legislatif di hadapan eksekutif. Kedua lembaga tersebut merupakan mitra. Relasinya bukan atasan dan bawahan. Oleh sebab itu, rakyat butuh komitmen para wakil rakyat untuk melaksanakan tiga fungsinya terhadap hadapan pemerintah.

"Per hari ini, sudah 24 hari rakyat Lembata tidak punya bupati dan lembaga dewan harus bertanggung jawab dan nyatakan sikap. Lembaga harus putuskan sikap soal jalan dinas ini," ungkapnya.

Baca juga: Begini Kronologi Kematian Gadis Takari Kabupaten Kupang Sebelum Ditemukan Membusuk

Baca juga: Kejati NTT Teliti Berkas Tersangka Dugaan Korupsi Awalolong Lembata

Rohaniwan Pater Vande Raring, SVD menjelaskan bahwa kedatangan massa Aliansi Rakyat Lembata Bersatu untuk membangkitkan lagi semangat dan wibawa lembaga legislatif di hadapan eksekutif.

Dia berpesan supaya para politisi tersebut jangan bersikap 'abu-abu' dalam membela kepentingan rakyat Lembata.

"Tolong wakili kami, jangan jadi boneka. DPRD ini seperti sudah mati rasa," tegas Pater Vande.

Ditemui Jumat, 21 Mei 2021, Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen mengakui aksi unjuk rasa berlangsung aman dan tertib.

"Mereka patuhi beberapa peraturan, jadi tidak ada masalah. Tetap tertib karena protap keamanan saya batasi," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Berita Kabupaten Lembata

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved