Breaking News:

Pemprov NTT Waspadai Arus Balik Mudik Idul Fitri 2021

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Pemprov NTT) mewaspadai arus balik Idul Fitri 2021

Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/Dok Humas Pemprov NTT
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT Ardu Jelamu Marius 

POS-KUPANG.COM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Pemprov NTT) mewaspadai arus balik Idul Fitri 2021. Melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTT dan Satuan Tugas Covid-19 kota dan kabupaten, pemerintah memperketat pengawasan di setiap pintu masuk daerah.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Ardu Jelamu Marius menegaskan, pencegahan dan penanganan Covid-19 tetap menjadi prioritas pemerintah.

Melalui Surat Edaran nomor SE : PEM.440/III/33/V/2021 tanggal 4 Mei 2021, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat telah menegaskan kebijakan peniadaan mudik lebaran tahun 2021 demi pencegahan dan pengendalian Covid19 di seluruh NTT.

Dalam regulasi tersebut, ditegaskan larangan bepergian ke dalam dan keluar daerah dalam rangka mudik lebaran. Pelarangan dikecualikan bagi perjalanan distribusi logistik, pelaku perdagangan lokal dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak non mudik yakni perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit,kunjungan duka dan ibu hamil yang membutuhkan pemeriksaan dan persalinan. Edaran tersebut berlaku efektif sejak 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Baca juga: Parodi Situasi: Mudik Dilanggar Covid Datang

Baca juga: Nagita Slavina: Lebih Cengeng

Saat dikonfirmasi Sabtu (15/5), Ardu Jelamu Marius menegaskan, meski telah dikeluarkan larangan mudik namun pemerintah tetap mengantisipasi arus balik dengan pengetatan pintu masuk wilayah NTT.

Arus balik kata dia tetap diwaspadai karena indikasi peluang mudik sebelum pelarangan berlaku. Di setiap pintu masuk wilayah baik bandar udara maupun pelabuhan laut, dilakukan pemeriksaan intensif bagi para pemudik yang kembali.

Selain pemeriksaan suhu tubuh dan screening Covid19, pemudik juga diwajibkan untuk mengisi Indonesia Health Alert Card (eHAC) atau kartu kontrol. Hal tersebut dilakukan agar memudahkan kontrol oleh petugas Covid-19.

Ardu Jelamu juga mengatakan, jika ada indikasi kenaikan suhu tubuh atau indikasi Covid19 maka langsung diarahkan untuk pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit yang menjadi rujukan sebagaimana telah ditetapkan pemerintah.

Baca juga: Merlan Buat Laporan Polisi Terkait Penipuan Gunakan Nama PDIP

Baca juga: Pemda Malaka Lakukan Pemeriksaan Pelintas Sesuai Protap di Pintu Perbatasan

Ia mengatakan, para pemudik diingatkan untuk memastikan diri dalam keadaan sehat sebelum melakukan perjalanan. Demikian juga gugus tugas atau otoritas bandara dan pelabuhan asal agar dapat memastikan kondisi kesehatan sebelum mengizinkan bepergian.

Ditanya soal lokasi karantina terpusat untuk para pemudik, Ardu Jelamu mengaku tidak disiapkan secara khusus karena Pemerintah telah menetapkan lokasi rumah sakit rujukan baik untuk provinsi maupun kabupaten kota.

Jika terjadi "kecolongan" dan ditemukan para pemudik dalam kondisi Covid-19 maka disarankan langsung ke rumah sakit. Sementara bagi pemudik lain, disarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari setelah tiba. (hh)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved