DPRD NTT Minta Pemerintah Cepat Intervensi Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana
dewan juga meminta pemerintah provinsi mempercepat intervensi dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Ia menjelaskan, saat ini Departemen Sosial melalui Dinas Sosial telah memberikan bantuan dan santunan bagi korban meninggal. Sementara itu Kementerian PUPR juga tengah membangun rumah untuk relokasi korban bencana, diantaranya di Kabupaten Lembata.
Sementara itu, pihak BNPB juga terus melaksanakan verifikasi lapangan data kerusakan rumah di seluruh wilayah NTT yang telah dikirim oleh pemerintah provinsi.
Baca juga: Komisi V DPRD NTT Sidak Gudang Logistik BPBD Pastikan Bantuan Tersalurkan Dengan Baik
Ia menyebut, bagi rumah rusak berat akan mendapat biaya perbaikan sebesar Rp 50 juta, rumah rusak sedang sebesar Rp 25 juta dan rumah rusak ringan sebesar Rp 10 juta.
Plt Kepala BPBD NTT, Isyak Nuka menyebut berdasarkan data Satgas Tanggap Darurat Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT, total kerusakan rumah akibat bencana di NTT mencapai 56.013 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 6.488 unit rumah rusak berat, 7.015 unit rumah rusak sedang dan 42.420 unit rumah rusak ringan.
Kerusakan terbanyak, kata Isyak terdapat di Kota Kupang dengan jumlah total 12.692 unit disusul Kabupaten Kupang dengan jumlah 11.884 unit dan Kabupaten Sabu Raijua dengan jumlah 10.372 unit. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)