Timor Leste Tak Tahu Berterima Kasih, Indonesia Datang untuk Redam Perang Saudara, Tapi Malah Begini
Namun, sejarah akan mencatat bagimana Indonesia masuk ke wilayah di bangian Timor Timur itu untuk meredam perang saudara yang memaksia ribuan warga di
POS KUPANG.COM -- Pemerintah dan segenap bangsa Indonesia kini sudah tak melupakan masa kelam terkait Timor Leste yang saat bersama Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI beranama Timor Timur
Namun, sejarah akan mencatat bagimana Indonesia masuk ke wilayah di bangian Timor Timur itu untuk meredam perang saudara yang memaksia ribuan warga di wilyah itu mengungsi ke wilayah Timor Barat yang merpakan daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur , Indonesia
Selaian itu, masuknya Indonesia ke Timor Leste untuk meredam paham komunis yang menjadi ideoli Fretelin yang merupakan salah satu faksi di Timor Leste
Hilangnyua paham komunis juga menguntungkan Australia dan Amerika yang saat itu sedang berupaya keras membendung pengaruh paham komunis di Asia Tenggara setelah Amerika kalah perang hingga jatuhnya Vietnam Selatan ke Vietnam Utara yang bepaham komunis
Hal inilah yang memuat sebagian kecil masyarakat Indonesia kecewa dengan sikap Australia dan Amerika yang mendukung lepasnya Timor Leste
Sejarah Timor Leste mencatat bahwa negara ini memproklamirkan kemerdekannya pada 28 November 1975.
Baca juga: Ternyata Agen Timor Leste yang Menyusup ke Penjara Indonesia Dulu Adalah Istri Presiden Ini, Siapa?
Baca juga: Bahasa Tetun Digunakan Bersama Timor Leste dengan Warga Malaka dan Belu di NTT, Ini Manfaat buat TNI
Baca juga: Saat Bersama NKRI,Ekonomi Timor Leste Dijamin Indonesia, Kini Bumi Lorosai SemakinMenuju Kehancuran
Baca juga: Pantas Portugis Jajah Timor Leste Ratusan Tahun, Barang Berharga Bumi Lorosae Ini Targetnya, Apa?
Namun karena Deklarasi Kemerdekaan ini dinyatakan secara sepihak, dampaknya menyebabkan perang saudara.
Pemerintah Timor Leste sejak 1859 masuk ke dalam wilayah kekuasaan Portugis, sementara Pulau Timor bagian barat ada di bawah kekasaan Belanda.
Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, Pemerintah Indonesia menegaskan di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dunia internasional, serta tidak memiliki ambisi teritorial terhadap Timor Timur.
Karena itu sejak 1960, PBB menganggap Timor Leste sebagai wilayah non-otonom yang ada di bawah pemerintahan Portugis.
Dari 1962 hingga 1973, Majelis Umum PBB mengakui hak Timor Leste untuk menentukan nasib sendiri.
Namun, Portugal menolak mengakui hak tersebut dan mengakui Timor Leste sebagai provinsi Portugis, setara dengan provinsi-provinsi lainnya.
Setahun kemudian pada 1974, terdapat Revolusi April yang memulihkan demokrasi di Portugal dan Pemerintah Portugal menghormati hak penentuan nasib sendiri untuk Timor Leste.
Menindaklanjuti progres ini, pada Mei 1974 dibentuk lah Komite Penentuan Nasib Sendiri Timor Timur di Dili, yang saat ini menjadi ibu kota negara.
Sejumlah pengamat independen yang berkunjung ke wilayah Timor Timur menilai mayoritas masyarakat di sana menolak untuk berintegrasi atau bergabung dengan Indonesia, dikarenakan perbedaan budaya sebagai salah satu alasan utamanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ghgfyhufyuf.jpg)