Timor Leste Tak Tahu Berterima Kasih, Indonesia Datang untuk Redam Perang Saudara, Tapi Malah Begini
Namun, sejarah akan mencatat bagimana Indonesia masuk ke wilayah di bangian Timor Timur itu untuk meredam perang saudara yang memaksia ribuan warga di
Bahkan kedua negara membuat perjanjian referendum di Timor Leste pada 5 Mei 1999.
Perjanjian kedua negara tersebut dikenal sebagai New York Agreement.
PBB ikut mengawal dalam masalah ini dan membentuk United Nations Mission in East Timor (UNAMET) pada 11 Juni 1999.
Dewan Keamanan PBB juga menetapkan resolusi 1246 yaitu kesepakatan antara Indonesia, Portugis, dan PBB untuk menggelar referendum.
Memisahkan dari Indonesia Pada 30 Agustus 1999 digelar referendum di Timor Leste.
Ada dua pilihan dalam referendum, yakni menerima otonomi khusus untuk Timor Lestes dalam NKRI atau menolak otonomi khusus.
Hasil referendum menunjukkan sebanyak 94.388 penduduk atau 21,5 persen memilih tawaran otonomi khusus.
Sementara, 344.580 penduduk atau 78,5 persen memilih untuk menolaknya.
Hasil referendum itu membuat Timor Leste menjadi sebuah negara baru.
Karena dianggap berjasa bagi kemerdekaan Timor Leste, nama Habibie pun diabadikan di negara itu menjadi nama untuk sebuah jembatan yang ada di Kota Dili.*
Sebagian artikel ini sudah tayang di Intisari.Grid.ID dengan judul: Sejarah Timor Leste, Minta Tolong ke Indonesia untuk Meredam Perang Saudara, Tapi Malah Justru Memperkeruh Konflik hingga Korban Berjatuhan dari Kedua Pihak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ghgfyhufyuf.jpg)