Timor Leste Tak Tahu Berterima Kasih, Indonesia Datang untuk Redam Perang Saudara, Tapi Malah Begini
Namun, sejarah akan mencatat bagimana Indonesia masuk ke wilayah di bangian Timor Timur itu untuk meredam perang saudara yang memaksia ribuan warga di
Proklamasi
Program dekolonialisasi mulai gencar terjadi sejak Januari 1975, kerajaan kolonial Portugal dibubarkan, gerakan pembebasan di tataran lokal pun meningkat.
Baca Juga: Sempat Bergelimang Harta Waktu Diberi Kemerdekaan Indonesia, Bukannya Makin Kaya Ternyata Ini Penyebab Timor Leste Justru Jatuh Makin Sengsara, Kelakuan Pejabatnya Ini Jadi Alasannya
Sebuah pemilihan lokal pun diadakan, ketika itu di distrik Lautem untuk kepemimpinan administratif regional.
Pada hasil jajak pendapat pertama, organisasi partisan Apodeti (Asosiasi Demokratik Rakyat Timor) kurang mendukung pemisahan diri ini, sementara rakyat Timor menolak untuk integrasi dengan Indonesia melalui cara-cara demokratis.
Hingga akhirnya pada 28 November 1975, organisasi partisan lain, Fretilin (Front Revolusioner untuk Timor Timur Merdeka) bersama Perdana Menteri Xavier do Amaral secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaan Timor Leste.
Nicolau Lobato, yang kemudian menjadi pemimpin pertama Perlawanan Bersenjata, diangkat sebagai Perdana Menteri negara merdeka yang baru.
Deklarasi kemerdekaan menyebabkan perang saudara.
Indonesia datang ke Timor Leste
Tidak berselang lama setelah Timor Leste mendeklarasikan kemerdekaan dari Portugis, pasukan Indonesia datang pada 7 Desember 1975.
Pada 1976, Indonesia menyatakan jika Timor Leste menjadi bagian negara Indonesia sebagai Provinsi Timor Timur.
Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk melakukan pembangunan di Timur Leste.
Namun ada golongan yang tidak puas dan melakukan tindakan separatis.
Setelah lepas dari Portugis terjadi kekosongan kekuasaan di Timor Leste.
Kekosongan diisi oleh partai pro kemerdekaan dari akar rumput, yakni Fretilin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ghgfyhufyuf.jpg)