Breaking News:

Keracunan Pangan di Manggarai Timur Penyebabnya Masih Misteri, Simak Cerita Para Korban

Peristiwa keracunan pangan di Manggarai Timur penyebabnya masih misteri, simak cerita para korban

POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Tampak para korban saat dirawat di Puskesmas Mano 

Jefrin menjelaskan, satu orang warga yang meninggal dunia itu bernama Adrianus Rasi (13) asal Wukir, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur.

Pasien tersebut meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Bajawa, Kabupaten Ngada, Selasa (4/5/2021).

Jefrin menjelaskan kronologisnya, almahrum mengikuti kegiatan misa kenduri dan terdata sebagai salah satu korban Keracunan Pangan pada hari Sabtu tanggal 1 Mei 2021 Pukul 17.00 Wita.

Kemudian Tim Puskesmas segera melakukan evakuasi dari rumah ke Puskesmas tetapi ditolak oleh pasien dan selanjutnya terapi obat oleh Tenaga Kesehatan. Pada hari Minggu tanggal 2 Mei 2021 pagi ,pasien memaksa pulang ke Wukir tanpa sepengetahuan petugas Puskesmas.

Senin tanggal 3 Mei 2021 pukul 09.00, pasien dibawa ke Puskesmas Wukir dibawa dalam keadaan dehidrasi berat dan saat itu juga Tim Puskesmas Wukir memaksa pasien untuk segera dirujuk ke RSUD Bajawa, tetapi keluarga menolak.

Karena keluarga menolak, sempat terjadi perdebatan sekitar 1,5 jam dan akhirnya pada pukul 11.00 Wita pasien dirujuk ke RSUD Bajawa. Sampai di RSUD Bajawa pasien langsung di rawat di Ruang ICU RSUD Bajawa. Namun nyawa tak dapat tertolong, Pasien meninggal, Selasa 04 Mei 2021 Di RSUD Bajawa.

Salah satu korban Rudi Hartono (45), warga Watu Cie, ketika ditemui di Puskesmas Mano, menuturkan ia bersama istri dan anak ikut dalam acara kenduri itu. Usai perayaan misa malam hari mereka mengkonsumsi makanan yang disajikan.

"Saya ambil makan nasi, sayur, olahan daging babi, ikan dan lombok serta minum air 1 gelas. Usai makan saya rasa perut mules, kemudian saya langsung pamit pulang rumah, sampai di rumah saya BAB 2 kali, lalu saya kembali makan lagi nasi dengan daun ubi, dan akhirnya saya tidak merasakan lagi sekarang, sudah rasa aman,"tutur Rudi.

Rudi mengatakan, sedangkan saat ini istri dan anaknya masih menjalani perawatan di Puskesmas Mano, gejala yang dialami sama. Kondisi istri dan anaknya saat ini sudah mulai membaik meskipun masih dipasang infus.

Korban lainya Frans Pantur (40), Warga Mano, Kelurahan Mando Sawu, juga mengatakan, karena masih kerabat dengan Almahrum ia juga pergi menghadiri acara itu. Usai misa, pada malam hari ia juga ikut mengkomsumsi makanan yang disajikan.

Halaman
123
Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved