Dinkes Kabupaten Belu Lakukan Pencegahan Dini Atasi Penyakit Menular
upaya pencegahan dini penyakit seperti malaria dan DBD terus dilakukan pemerintah selama ini diantaranya lewat himbuan.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Dinkes Belu Lakukan Pencegahan Dini Atasi Penyakit Menular
POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Dinas Kesehatan Kabupaten Belu terus melakukan pencegahan dini untuk mengatasi masalah penyakit menular seperti malaria dan DBD.
Pencegahan dini dimaksud adalah himbauan, abatetisasi, fogging dan menjaga kebersihan lingkungan.
Hal ini disampaikan Pelakasana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Theresia M. Saik, M.Kes kepada wartawan, Senin 3 Mei 2021.
Menurut Theresia, upaya pencegahan dini penyakit seperti malaria dan DBD terus dilakukan pemerintah selama ini diantaranya lewat himbuan.
Baca juga: Virus Corona Renggut 23 Nyawa Warga di Kabupaten Belu
Dinas melalui puskesmas-puskesmas memberikan himbauan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan sekitar sehingga tidak menimbulkan sarang nyamuk.
Berkaitan dengan kebersihan lingkungan ini, masyarakat dapat menerapkan pola tiga M, menguras, menutup dan mengubur. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi, wc, drum dan lainnya secara rutin.
Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti gentong air, tempayan dan lainnya. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Baca juga: Bupati Agus Taolin Evaluasi Satgas Covid-19 Kabupaten Belu
Selain itu, dinas juga melakukan fogging di daerah-daerah yang rentan terjadi penyakit serta pembagian abate bagi masyarakat untuk pencegahan penyakit.
Menurut Theresia, saat ini penyakit malaria dan DBD tidak terlalu menonjol. Data terakhir, kasus DBD 17 kasus. Semuanya sembuh dan pasien pulang dengan selamat.
Bupati Belu, dr. Agus Taolin, Sp.SP saat ditanya Pos Kupang.Com mengatakan, pemerintah akan berupaya keras untuk mengatasi berbagai jenis penyakit menular di Kabupaten Belu.
"Bukan hanya DBD tapi semua jenis penyakit menular kita tangani supaya masyarakat Belu hidup sehat", kata Agus Taolin.
Baca juga: Di Kabupaten Belu masih 11 Pasien Terkofirmasi Covid-19 Belum Sembuh, Simak Data Terbaru
Menurut Bupati, upaya preventif dan kuratif merupakan dua hal yang harus diperhatikan. Dan di masa kepemimpinan mereka, dua hal itu dapat dilakukan secara baik dan tersistem.
Agus Taolin mengungkapkan, sejak hari pertama berkantor, dirinya sudah mendatangi RSUD Atambua guna mengecek kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Belu. Ke depan, Bupati Belu juga akan mengecek kesiapan di puskesmas-puskesmas.
Pelayanan di fasilitas kesehatan harus terukur, terstruktur dan di bawah pengawasan dan pengendalian. Sebab, petugas melayani orang-orang sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/theresia-m-saik-mkes.jpg)