Breaking News
Sabtu, 18 April 2026

Virus Corona Renggut 23 Nyawa Warga di Kabupaten Belu

23 pasien terpapar Covid-19 meninggal dunia. Rincian, 13 orang status Terkonfirmasi dan 10 orang Probable.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Belu, dr. Agus Taolin, Sp.PD sidak di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD, Rabu 28 April 2021. 

Virus Corona Renggut 23 Nyawa Warga di Kabupaten Belu

POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Virus Corona telah merenggut 23 nyawa warga Kabupaten Belu, Provinsi NTT selama kurun waktu empat bulan terhitung kasus pertama meninggal dunia, 8 Januari 2021 pukul 18.00 Wita di ruang isolasi RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua. 

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu hingga Kamis, 29 April 2021 pukul 15:00 menunjukkan, 23 pasien terpapar Covid-19 meninggal dunia. Rincian, 13 orang status Terkonfirmasi dan 10 orang Probable.

Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang penggunaan istilah dalam kasus covid-19, Probabel didefinisikan orang yang masih dalam kategori suspek dan memiliki gejala ISPA berat, gagal napas, atau meninggal dunia, namun belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan bahwa dirinya positif COVID-19.

Baca juga: Agus Taolin-Alo Serens Mulai Benahi Kabupaten Belu dari Pelayanan Dasar Masyarakat

Untuk memastikan atau mengonfirmasi kasus COVID-19, seseorang perlu menjalani pengambilan sampel dahak atau swab tenggorokan.

Terkonfirmasi adalah orang yang sudah dinyatakan positif terinfeksi virus Corona berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium berupa PCR. 

Bupati Belu, dr. Agus Taolin melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus simulai alur pelayanan dan penanganan pasien di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, Rabu 28 April 2021. 
Bupati Belu, dr. Agus Taolin melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus simulai alur pelayanan dan penanganan pasien di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, Rabu 28 April 2021.  (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)

Masih dari data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, total kasus terkonfirmasi saat ini 248 kasus, sembuh 229 orang dan yang belum sembuh masih enam orang. Pasien yang belum sembuh ini dari Kecamatan Kota Atambua 1 orang, Atambua Barat 3 orang dan Tasifeto Barat 2 orang.

Kasus probable saat ini tiga orang, dari Kecamatan Atambua Barat 1 orang, Kota Atambua 1 orang dan Atambua Selatan 1 orang.

Baca juga: Bupati Agus Taolin Evaluasi Satgas Covid-19 Kabupaten Belu

Total kontak erat 574 orang, selesai pemantauan 499 orang sedangkan dalam pemantauan 75 orang yang tersebar di Kecamatan Tasifeto Timur 4 orang, Kakuluk Mesak 13 orang, Kota Atambua 17 orang, Atambua Barat 26 orang, Atambua Selatan 12 orang dan Kecamatan Tasifeto Barat 3 orang.

Pelaku perjalan berjumlah 3.846 orang, selesai pemantuan 3.765 orang dan dalam pemantauan 81 orang. Kemudian, suspek 88 orang, semuanya telah selesai pemantauan.

Sampai dengan hari ini total Rapid Antigen dengan hasil Positif sebanyak 492. Saat ini pasien yang dirawat di ruang Isolasi RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD satu orang dan di ruang Isolasi RS Sito Husada sebanyak dua orang. 

Bupati dan Wakil Belu dr. Agus Taolin dan Drs. Aloysius Haleserens, MM.
Bupati dan Wakil Belu dr. Agus Taolin dan Drs. Aloysius Haleserens, MM. (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)

Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat, menjaga jarak fisik dalam beraktivitas, menghindari kerumunan dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun di air mengalir/menggunakan hand sanitizer dan wajib menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah serta menjaga imun tubuh.

Baca juga: 11 Pasien Covid-19 di Kabupaten Belu Belum Sembuh

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah Zona Merah agar melaporkan diri ke Posko Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu atau melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri. Lindungi diri, lindungi sesama.

Bupati Belu, dr. Agus Taolin, Sp.PD dalam pidato perdananya di Gedung DPRD Belu, Selasa 27 April 2012 menghimbau kepada seluruh masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan terutama, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. Hal ini merupakan upaya pereventif yang harus ditaati demi menjaga kesehatan dari ancaman virus corona.

Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleseren didampingi Kadis PMPTSP, Dra. M. K. Eda Fahik, MM saat meninjau pelayan di Dinas PMPTSP, Rabu 28 April 2021.
Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleseren didampingi Kadis PMPTSP, Dra. M. K. Eda Fahik, MM saat meninjau pelayan di Dinas PMPTSP, Rabu 28 April 2021. (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)

Selain preventif, lanjut Agus Taolin, pemerintah juga memperhatikan upaya kuratif atau perawatan. Upaya preventif dan kuratif ini bukan hanya focus pada covid-19 tapi seluruh jenis penyakit manular.  

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved