Kunker ke Labuan Bajo, Kepala BKKBN RI Berikan Motivasi Perangi Stunting Secara Bersama
Kunker ke Labuan Bajo, Kepala BKKBN RI berikan motivasi perangi stunting secara bersama
Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
Kunker ke Labuan Bajo, Kepala BKKBN RI berikan motivasi perangi stunting secara bersama
POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana ( BKKBN) RI, Hasto Wardoyo kunjungan kerja (kunker) ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat ( Mabar), Senin (26/4/2021).
Kunker dalam rangka upaya percepatan penurunan stunting serta peningkatan pelaksanaan Program Bangga Kencana itu dilakukan di Aula Kantor Bupati Mabar.
Dalam arahannya, Mantan Bupati Kulonprogo itu memberikan motivasi kepada puluhan Penyuluh KB di Kabupaten Mabar, agar memerangi stunting secara kolektif.
Baca juga: Jadwal Semifinal Liga Champions Real Madrid vs Chelsea, Link Live Streaming SCTV
Baca juga: Insentif Covid-19 untuk Tenaga Kesehatan di RSUD Larantuka Belum Dibayar
"Pelayanan kita sangat penting, sehingga semangat kita sangat dibutuhkan," tegasnya.
Menurutnya, orang yang mengalami stunting tentunya memiliki kondisi fisik tubuh yang dinilai pendek, namun demikian, kondisi orang yang pendek belum tentu mengalami stunting.
Sehingga, harus dipahami indikator stunting yakni memiliki kemampuan intelektual di bawah rata-rata dan saat menginjak usia 45 tahun ke atas mudah terkena berbagai penyakit seperti stroke dan diabetes.
"Kemampuan intelektual di bawah rata-rata itu tidak idiot, tapi pemikiran tidak sehebat lainnya," ujarnya.
Menurutnya, untuk memerangi stunting, dibutuhkan asupan protein hewani dari sumber makanan seperti ikan.
Baca juga: Pansus DPRD TTU Temukan Sejumlah Persoalan dalam LKPj Bupati dan Wabup TTU tahun 2020
Baca juga: Anggota DPRD Kota Kupang, Sivqrid Basoeki Klarifikasi Laporan Lurah Naikoten I
"Daging dan ikan, lebih bagus ikan untuk ibu-ibu dan anak," katanya.
Lebih lanjut, bagi keluarga harus memiliki perencanaan yang baik, sejak menikah, berencana memiliki anak hingga konsen terhadap 1000 hari pertama kehidupan bayi hingga usia anak mencapai 2 tahun.
"Kita kawal masyarakat untuk generasi unggul," serunya.
Pihaknya juga merasa senang karena dapat berkunjung ke Provinsi NTT, sebab menurutnya warga Provinsi NTT sangat antusias menjalankan semua program pemerintah.
"Artinya kesadaran luar biasa, kalau masyarakat NTT tidak terlayani, misalnya mama-mama tidak dilayani, sangat sedih," katanya.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Mabar, Milikior Nudin, SE mengatakan, jumlah balita di kabupaten itu lebih dari 21 ribu balita