Breaking News:

Anggota DPRD Kota Kupang, Sivqrid Basoeki Klarifikasi Laporan Lurah Naikoten I

Anggota DPRD Kota Kupang, Sivqrid Basoeki Klarifikasi Laporan Lurah Naikoten I

ISTIMEWA
Anggota DPRD Kota Kupang, Sivqrid Basoeki 

Anggota DPRD Kota Kupang, Sivqrid Basoeki Klarifikasi Laporan Lurah Naikoten I

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Anggota DPRD Kota Kupang, Sivqrid Basoeki mengklarifikasi laporan polisi yang diajukan Lurah Naikoten I Budi Izaac terkait penganiayaan dan melawan pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, di Polsek Oebobo, pada Minggu (25/4/2021).

Sivqrid mengaku kaget dengan laporan tersebut karena menurutnya tidak ada permasalahan apalagi sampai menganiaya (memukul) Lurah Naikoten I.

Kata Sivqrid ia mengetahui laporan tersebut karena tersebar luas di media sosial, salah satunya di grup Veky Lerik Bebas Bicara.

Baca juga: Rp1,5 Miliar Donasi Bank NTT Peduli untuk Korban Bencana Alam di NTT

Baca juga: Flotim Belum Kirim Data Padahal Salah Satu Daerah Terparah Bencana, Ini Tanggapan Bupati

"Ini pembunuhan karakter. Saya terkejut karena sudah ramai diviralkan di medsos. Saya sudah kontak pengacara untuk mengambil jalur hukum. Saya dirugikan sekali, karena saya tidak sentuh dia. Saya akan melaporkan UU IT, pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan dan penipuan. Karena Lurah memakai tiga saksi bahwa saya memukul dia," tuturnya.

Ia mengaku terganggu dengan laporan ini dan rencananya akan dilaporkan ke Polda dan Polres Kupang Kota, tapi dari lembaga masih menyarankan untuk diselesaikan secara kekeluargaan.

Ia menceritakan kronologis pada saat itu sekitar pukul 17.00 Wita bertempat di RT 005/RW 002 Naikoten I. Saat itu ada tim penanggulangan bencana dari BPBD dan pihak kelurahan.

"Saat mereka sedang mendata kerusakan, pak RW menelepon saya sebagai wakil rakyat bahwa ada tim dari kota dan kelurahan mendata kerusakan lagi. Jadi saya bilang, saya juga sedang perlu pak lurah juga. Jadi saya sempat turun di RT tersebut dan memanggil pak lurah," tuturnya.

Baca juga: Terrnak Sering Berkeliaran di Jalan, Ini Imbauan Lurah Wae Kelambu

Baca juga: Jaga Keutuhan NKRI, Polres Ngada Gelar Apel Kebangsaan

Kebetulan, lanjutnya, ada persoalan pada (5/4) pasca badai seroja karena laporan masyarakat terkait sampah yang berserakan di jalan dan menutup akses jalan.

"Jadi masyarakat menyampaikan kepada saya, minta tolong untuk diberikan solusi supaya sampah tidak berserakan. Karena pada saat itu semuanya terbatas, dinas kebersihan fokus pada jalan utama jadi belum bisa dibantu di jalan lingkungan. Jadi saya bilang sabar saja nanti diangkut. Tapi ada masyarakat yang sampaikan bahwa ada arahan pak lurah menyuruh membakar sampah sepanjang jalan. Saya lansung terkejut, kalau dibakar maka dampaknya bisa luar biasa. Jadi siapa yang tanggung jawab. Saya pun menghubungi pak lurah terkait itu, tapi disambut arogan oleh pak lurah. Katanya sapa yang omong, kasih tau dia, supaya bt mau duel dengan dia. Kenapa cara bicaranya seperti itu," tuturnya.

Kejadiannya kemarin, lanjutnya, ia menanyakan kepada Lurah Naikoten I terkait jawaban arogannya di telepon.

"Saya sebagai seorang manusia, jengkel juga karena tarlalu putar-putar. Jadi secara spontan bilang duel itu hanya khilaf saja. Jadi tidak masalah, saat warga tegur, selesai sudah tidak ada lagi permasalahan. Tapi saya kaget karena viral di media sosial," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Berita Kota Kupang

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved