Aksi Pangkas Rambut Pemuda Petuntawa Sembuhkan Psikis Korban Bencana Lembata

Aksi Pangkas Rambut Pemuda Petuntawa sembuhkan psikis korban bencana Kabupaten Lembata

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Beberapa pemuda yang tergabung dalam komunitas Sumbangan Suka Rela Tanpa Tekanan (Susu Tante Kanan) Petuntawa, kecamatan Ile Ape, kembali mengadakan aksi pangkas rambut massal di posko SMPN I Nubatukan, Lembata, Minggu (25/4/2021) siang. 

Aksi Pangkas Rambut Pemuda Petuntawa sembuhkan psikis korban bencana Kabupaten Lembata

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA-Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meringankan beban para korban bencana alam di Kabupaten Lembata.

Salah satunya seperti yang dilakukan para pemuda desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape. Mereka melakukan aksi pangkas rambut gratis bagi pengungsi bencana banjir dan longsor di Ile Ape.

Tak hanya di posko pengungsian terpusat, aksi yang mereka namakan Sumbangan Sukarela Tanpa Tekanan (SUSU TANTE KANAN) ini juga dilakukan di posko-posko mandiri di kebun Parekwalang.

Pelayanan pangkas rambut gratis oleh relawan Tante Susu Kanan ini diakui para pengungsi sebagai aksi yang sederhana tetapi menjadi kebutuhan.

Baca juga: Panitia Satu Hati Untuk NTT Galang Donasi Lebih dari 200 Ton

Baca juga: Ketua DPD Perindo Mabar Ikut Menari Rangkuk Alu Bersama Sanggar Wontong Alo Cunca Wulang

Yakobus Liwa, warga desa Lamawolo, kecamatan Ile Ape Timur usai rambutnya dipangkas mengaku sangat senang atas kehadiran relawan ini.

"Senang, karena walaupun mereka tidak sumbang barang atau lainnya, tapi mereka bisa melayani kami dengan keahlian yang mereka miliki," ujar Yakobus singkat.

Pengakuan yang sama diungkapkan Lambertus Pulo, warga desa Lamawolo lainnya.

Wakil ketua BPD Lamawolo ini mengatakan, dalam situasi seperti yang dialaminya saat ini, ada relawan yang masih memiliki kepedulian hingga hal-hal yang selain menjadi kebutuhan, juga menjadi dukungan secara psikis.

"Sangat senang dan bangga karena kami tidak menuntut mereka bawa apa-apa, mereka datang gunting rambut saja itu sangat menyentuh kami secara psikis, baik anak-anak maupun orang dewasa. Itu sama dengan kunjung mengunjung, punya nilai bela rasa atau saling berbagi," ujarnya haru.

Baca juga: Polres Belu Lakukan Operasi Premanisme di Pasar Baru

Baca juga: Jabatan Bupati Belu Diserahterimakan di DPRD 27 April 2021

Sementara itu, Linus Lewo Langoday, ketua Relawan Susu Tante Kanan kepada media ini mengatakan, selama ini sudah cukup banyak relawan yang memberikan bantuan berupa Sembako dan kebutuhan lainnya untuk para korban bencana.

Karena itu, pihaknya memberikan apa yang bisa diberikan dari potensi yang dimiliki, sehingga muncul ide untuk melakukan aksi pangkas rambut secara gratis.

"Ini titik yang ketiga, titik pertama di Waesesa dan Pukarate, titik kedua di Kalabahi Wuhang, kecamatan Ile Ape, warga juga antusias," ujar Linus di halaman SMP I Nubatukan, Minggu siang.

Dijelaskannya, aksi pangkas rambut gratis untuk korban bencana ini akan terus dilakukan pihaknya, dari posko ke posko dan pondok ke pondok.

Dia juga menuturkan, relawan yang dipimpinnya ini terbentuk sejak peristiwa bencana erupsi gunung Ile Lewotolok, akhir November 2020 lalu.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved