Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari: Saya Menghargai Pemikiran Terawan

EKS Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari ikut menjadi relawan untuk Vaksin Nusantara yang dimotori Terawan Agus Putranto

Editor: Kanis Jehola
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari 

POS-KUPANG.COM - EKS Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menerangkan ikut menjadi relawan untuk Vaksin Nusantara yang dimotori oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Siti mengikuti pengambilan sampel darah untuk uji klinik vaksin Nusantara di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat ( RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (15/4/2021) lalu.

Hal itu sebagai bentuk dukungan kepada Terawan meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum memberikan izin uji klinik fase II untuk vaksin Nusantara.

Baca juga: Tak ada Bronjong di Bantaran Kali Tauf TTU

Baca juga: Urgensi Manajemen Informasi Bencana

"Saya menghargai pemikiran dia (Terawan). Kalau ilmu pengetahuan tidak hanya logis, tapi juga harus dibuktikan. Saya rela menjadi relawan untuk membuktikan hipotesis dia," ujar Siti saat berbincang dengan Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network Domu D Ambarita dan News Manager Tribun Network, Rachmat Hidayat, Jumat (16/4). Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana pandangan Anda soal vaksin Nusantara, kenapa mau jadi relawan?

Vaksin Nusantara merupakan vaksin dengan metode sel dendritik autolog yang dipaparkan dengan antigen protein S dari Covid-19. Sel dendritik yang telah dikenali antigen akan diinjeksikan kembali ke dalam tubuh.

Di dalam tubuh, sel dendritik itu akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap virus corona. Sel dendritik adalah sel imun yang akan mengajarkan sel-sel lain untuk memproduksi antibodi.

Kalau itu memang logis. Penelitian yang itu harus diteruskan, tapi itu kan secara ilmu pengetahuan. Kalau Badan POM mempunyai pertimbangan yang saya tidak tahu. Saya menghargai pemikiran dia (Terawan).

Baca juga: Memerangi Hoaks Bencana

Baca juga: Bella Shapira Bisa Pikat Hati Jenderal, Kecantikan Istri Agus Surya Bakti Disebut Mirip Nike Ardila

Kalau ilmu pengetahuan tidak hanya logis, tapi juga harus dibuktikan. Saya rela menjadi relawan untuk membuktikan hipotesis dia.

Tidak ada perhitungan yang aneh-aneh, tidak ada. Cuma spontan saja, kok Pak Sudi ikut, Pak Ikhsan ikut, ya aku ikut dong. Tidak ada beban.

Sudah menjalani uji klinik fase II berarti?

Sudah diambil darahnya, 44 CC. Kemudian darah itu diproses, diambil sel-sel darah saya, sel dentitrik saya diambil dari darah saya tersebut, dipisahkan. Setelah terpisah dentitrik saya ini diadu dengan virus Covid-19 yang konon katanya berasal dari Amerika. Tidak apa. Setelah diadu, maka dendritik saya jadi pintar untuk melawan Covid-19 itu. Sehingga setelah dia pintar, pada hari ke tujuh dikembalikan lagi ke tubuh saya. Jadi saya tidak dimasukkan apa-apa kan? Jadi dendritik sel saya itu yang disuntikkan ke saya pada hari ke delapan nanti.

Hari ke delapan itu hari apa?

Tanggal 23. Aku tidak tahu sudah ada berapa relawan. Aku betul-betul sebagai pengikut murni. Yang saya tahu cuma Pak Ical, Pak Budi, terus Pak Dahlan Iskan, dia itu mau datang satu bus, 30 orang dari Jawa Timur.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved