Breaking News:

Pemkab Belu Sudah Laporkan Kerusakan Aset Provinsi di Belu Saat Bencana

Data kerusakan infrastruktur tersebut dilaporkan kepada pemerintah provinsi dan juga pemerintah pusat Rabu kemarin .

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Jembatan Maukumu di Kecamatan Raimanuk yang rusak akibat diterjang banjir pekan lalu. Gambar diambil, Sabtu 17 April 2021. 

Pemkab Belu Sudah Laporkan Kerusakan Aset Provinsi di Belu Saat Bencana

POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Pemerintah Kabupaten Belu telah melaporkan data kerusakan infrastruktur publik milik Pemerintah Provinsi NTT yang rusak selama bencana dua pekan lalu.

Data kerusakan infrastruktur tersebut dilaporkan kepada pemerintah provinsi dan juga pemerintah pusat Rabu kemarin .

Demikian disampaikan Penjabat Bupati Belu, Zakarias Moruk saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu 17 April 2021).

Menurut Zaka Moruk, pemerintah sudah melaporkan semua data kerusakan infrastruktur akibat bencana alam beberapa waktu lalu. Khusus infrastruktur yang menjadi aset provinsi antara lain, jalan, jembatan, bendungan dan saluran irigasi. 

Sesuai kewenangannya, Pemerintah Provinsi akan melakukan penanganan pasca bencana terhadap infrastruktur yang rusak tersebut. 

Baca juga: Di Kabupaten Belu - NTT Ada 26 Rumah Warga Korban Bencana yang Dipastikan Bangun Baru

Baca juga: Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Belu Terjunkan 305 Kader Pendataan Keluarga

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu, Vincent K. Laka kepada wartawan, Sabtu 17 April 2021 mengatakan, kerusakan infrastruktur di bidang PUPR antara lain, jalan, jembatan, irigasi dan perumahan.

Untuk bidang bina marga dan irigasi lebih banyak aset provinsi sedangkan aset Pemkab hanya satu jembatan dan beberapa ruas jalan. 

Menurut Vincet, aset provinsi yang rusak akibat bencana antara lain, ruas jalan Susuk-Patung Teluk Gurita, Cabang Lakafehan Batas TTU, Kecamatan Kakuluk Mesak. Kemudian, ruas jalan Halilulik-Batas Malaka, Fatubenao-Weluli.

Selain jalan, kerusakan juga terjadi pada jembatan Fatubenao Kecamatan Kota Atambu dan jembatan Maukumu di Kecamatan Raimanuk. Kemudian, 
bendungan Maubusa di Kecamatan Raihat tertutup material longsor dan saluran irigasi rusak diterjang banjir sekitar 500 meter.

Sedangkan aset Pemkab Belu yang rusak antara lain, jembatan Builalu di Lamaknen, ruas jalan Debulilik dan Mahuitias, Kecamatan Lamaknen serta ruas jalan Halilulik-Fatubeai.

Baca juga: Warga Korban Bencana di Kabupaten Belu Bersedia Direlokasi, Ini Penjelasan Kadis

Baca juga: Sepekan di Posko Pengungsian, Bernadina Usnat Tak Berjualan di Pasar Kabupaten Belu

Sedangkan kerusakan berat rumah warga sekitar 11 unit, rincian sembilan unit di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk dan dua unit di Desa Kabuna.

Menurut Vincent, penanganan darurat bencana sudah selesai dilakukan terutama longsor yang menutup badan jalan. Mengenai penanganan pasca bencana akan dilakukan setelah anggaran sudah dicairkan. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas). 

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved