Breaking News:

Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Belu Terjunkan 305 Kader Pendataan Keluarga

Dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kabupaten Belu mengkerahkan 305 orang kader pendataan keluarga

POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Belu, Egidius Nurak 

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA----Dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kabupaten Belu mengkerahkan 305 orang kader pendataan keluarga. Kegiatan pendataan sudah berjalan selama 14 hari, terhitung 1 April 2021.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Belu, Egidius Nurak kepada Pos Kupang.Com, saat ditemui Rabu (14/4/2021).

Menurut Egi Nurak, demikian ia disapa, pendataan keluarga merupakan program nasional yang dilakukan setiap lima tahun. Pendataan tersebut bertujuan untuk mendapatkan data keluarga yang akurat, valid, relevan serta dapat dipertanggungjawabkan memalui proses pengumpulan, pengolahan sampai pemanfaatan data kependudukan dan keluarga.

Pendataan keluarga dimulai 1 April sampai dengan 31 Mei 2021. Dinas menerjunkan 305 orang kader pendataan. Pendataan dilakukan dari rumah ke rumah dengan metode pendataan dua jenis yakni pendataan manual 85 persen dan online menggunakan smartphone 15 persen.

Baca juga: Ingat Veronica Tan? Belum Nikah Lagi Usai Diceraikan Ahok, Penampilan Terbarunya Bikin Syok, Kenapa?

Baca juga: Radikalisme, Krisis Nalar Kritis?

Pendataan online difokuskan dalam wilayah kota Atambua namun karena saat ini pasokan listrik dan jaringan belum normal maka pendataan dalam kota juga ada yang manual.

Menurut Egi Nurak, total kepala keluarga (KK) yang didata sebanyak 50.168 KK tersebar di 12 kecamatan. Ada tiga bagian pendataan yang dilakukan petugas yakni, kependudukan, keluarga berencana (KB) dan pembangunan keluarga.

Sampai saat ini pendataan masih terus berjalan dan belum ada kecamatan yang sudah selesai pendataan karena baru dimulai dua pekan lalu. Selain itu, proses pendataan membutuhkan waktu untuk wawancara keluarga.

Dilihat dari format pendataan yang cukup banyak, dalam sehari, satu orang petugas bisa mendata 2-3 kepala keluarga. Dinas menargetkan satu petugas bisa mendata 150 KK sampai akhir pendataan.

Baca juga: Peduli Korban Bencana Banjir, Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang TTU Salurkan Bantuan

Baca juga: Spesial Ramadan dari Informa, Ekstra Diskon Hingga Rp1 Juta

Melihat waktu yang diberikan sampai 31 Mei 2021, Egi Nurak optimis, pendataan bisa selesai sampai batas waktu tersebut.

"Kita upaya sampai batas waktu itu, pendataan bisa selesai", kata Egi Nurak.

Ditanya soal kendala di lapangan, Egi Nurak menyampaikan, kendala hanya karena listrik dan jaringan belum normal saat ini. Kondisi ini sedikit menghambat bagi petugas dalam menginput data langsung dari lapangan.

Solusinya, petugas tetap melakukan pendataan secara manual lalu proses input data dilakukan di kantor dinas karena di dinas menggunakan genset.

Egi Nurak terus memonitor dan mengingatkan kader pendataan agar jangan ada rumah yang terlewatkan.

Terkait anggaran kegiatan pendataan ini, Egi Nurak mengatakan, pendanaan kegiatan ini bersumber dari pemerintah pusat. Dengan pehitungan untuk pendataan manual sebesar Rp 5.500 per KK dan pendataan online Rp 6.500 per KK. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Berita Kabupaten Belu

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved