China Cari Gara-gara dengan Indonesia Lagi, Kapal Bejing Tertangkap Radar TNI Masuk Wilayah NKRI
China berulah lagi di wilayah teritorial Indonesia. Setelah satu kapal China terterdekti berada di Selatan Sunda, kini radar TNI kembali menangkap ada
POS KUPANG.COM -- China berulah lagi di wilayah teritorial Indonesia. Setelah satu kapal China terterdekti berada di Selatan Sunda, kini radar TNI kembali menangkap adaya kapal China di wilayah Indonesia
Sikap China ini dianggap tak bersahabat dengan mencari gara-gara dengan sikap Indonesia
Pada Januari lalu kapal China terdeteksi di perairan Indonesia.
Kapal itu mematikan sistem GPS mereka, seperti dikabarkan oleh Bakamla.
Juru bicara Bakamla Kolonel Wisnu Pramandita, mengatakan pihak berwenang mencurigai kapal itu melakukan aktivitas ilegal di Selat Sunda setelah sistem identifikasi otomatisnya (AIS) dimatikan 3 kali.
Kapal itu bernama Xiang Yang Hong 03, dan keluar dari zona ekonomi eksklusif Indonesia pada 13 Januari 2021.
Baca juga: Panik Dikepung Banyak Negara di LCS, Kapal China Nyelonong Wilayah Jepang Masuk Ke Laut China Timur
Baca juga: Manuver China Makin Menakutkan di Laut China Selatan, Tebar Ribuan Pasukan Rahasia di LCS
Baca juga: PERTAHANAN Indonesia Jebol,Kapal Survei China Menyusup Hingga Selat Sunda,Said Didu Ingatkan Prabowo
Kini, dilaporkan pada 15 April 2021 lalu, ada satu kapal China yang terdeteksi di Selat Sunda.
Kapal tersebut adalah kapal penelitian Da Yang Hao
Kapal ini terdeteksi radar TNI Angkatan Laut melintas di Selat Sunda pada 2 April 2021 sekitar pukul 11:23 WIB.
Selama melintas, seluruh aktivitas kapal ini diawasi secara ketat.
Kemudian sehari setelahnya pada 3 April 2021 kapal pelacak satelit/rudal Yuanwang-6 lewat di Selat Sunda.
TNI mengkonfirmasi kapal terdeteksi radar pada pukul 19:25 WIB.
Aktivitas kapal masih bisa diketahui dengan jelas melalui radar Komando Armada (Koarmada) I.
Melansir chinadialogueocean.net, kapal Da Yang Hao adalah salah satu kapal peneliti unggulan China.
Spesifikasi kapal ini antara lain termasuk golongan kapal survei umum dengan bobot 4656 ton, panjang 98.5 meter.