Bencana Alam NTT

Sekda Lembata : Pemkab Siapkan Dua Lokasi Relokasi Pasca Bencana

2 kecamatan terdampak bencana banjir bandang yakni Ile Ape dan Ile Ape Timur yang berjumlah  1.549 KK siap untuk direlokasi.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Wakil Gubernur NTT Josef Adrianus Nae Soi didampingi pejabat BNPB dan Sekda NTT selaku Wakil komandan Satgas Tanggap Darurat Bencana Siklon Seroja NTT saat jumpa pers pada Rabu 14 April 2021 malam. 

Sekda Lembata : Pemkab Siapkan Dua Lokasi Relokasi Pasca Bencana

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Sikap pemerintah provinsi NTT melunak. Hingga deadline waktu yang ditetapkan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat pada Rabu 14 April 2021 sore, baru satu kabupaten yang menyampaikan kepastian relokasi warga pasca bencana Siklon Tropis Seroja di NTT. 

Kepastian itu disampaikan Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali saat rapat koordinasi bersama Wagub NTT Josef Adrianus Nae Soi, Pihak BNPB dan Satgas Tanggap Darurat Bencana NTT, Rabu sore. 

Paskalis menegaskan, warga di 10 desa yang terdapat di 2 kecamatan terdampak bencana banjir bandang yakni Ile Ape dan Ile Ape Timur yang berjumlah  1.549 KK siap untuk direlokasi.

Pemerintah kabupaten telah menyiapkan lahan seluas 10 hektar hingga 50 hektar di dua alternatif lokasi. Pertama di wilayah kedua kecamatan tersebut dan kedua, di Kecamatan Nubatukan

Baca juga: Kepala BNPB  Dony Monardo dan Wagub NTT Kunjungi Posko Pengungsi di SD Inpres Oesapa Kecil, Kupang

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Pemerintah Kabupaten Alor dan Pemerintah Kota Kupang belum memberi kepastian soal lahan dan persiapan relokasi warga yang menjadi korban bencana. Kondisi jaringan komunikasi yang tidak stabil saat rapat koordinasi yang berlangsung secara virtual itu menyebabkan Pemprov NTT atau Satgas Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja NTT tidak mendapat kepastian data itu. 

Baca juga: Warga 10 Desa di Kabupaten Lembata Akan Direlokasi

Karena itu, Wakil Gubernur NTT Josef Adrianus Nae Soi yang memimpin rapat itu memberi kelonggaran sehari hingga Kamis 15 April 2021 besok. 

Selain kepastian relokasi, tenggat waktu penyerahan data korban dan kerusakan rumah serta fasilitas publik akibat bencana untuk memproses bantuan rehabilitasi rumah dari pemerintah pusat juga akhirnya diundur sehari, hingga besok.

"Besok (Kamis), data terkait kerusakan rumah telah disampaikan ke BNPB dengan tembusannya ke pemerintah provinsi. (Sebenarnya) batas waktu hari ini jadi harap segera disampaikan," kata Wagub Josef Nae Soi kepada para pemimpin daerah yang mengikuti rapat secara virtual.

Baca juga: Wagub NTT Akui Masih Banyak Daerah Terisolir di Kabupaten Alor

"Ini sudah mepet, Kabupaten kita minta cepat. Data rekap terkini mohon besok bisa disampaikan," ujar Wagub. 

Usai rapat, Sekda NTT, Ir. Benediktus Polo Maing yang bertindak sebagai Wakil Komandan Satgas Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja NTT menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta Plt Kepala BPBD NTT, Isyak Nuka untuk melakukan koordinasi dengan seluruh kepala BPBD kabupaten kota di NTT. 

Koordinasi dilakukan untuk memastikan data kerusakan dari masing masing kabupaten/kota bisa masuk ke Satgas agar dapat diolah bersama Tim BNPB agar segera dikirim ke pusat. 

"Tadi kami minta semua (kabupaten), sebentar ini masukkan. Koya sudah perintahkan pak Kaban Provinsi untuk koordinasi semua Kaban malam ini supaya bisa dikirim lewat email malam ini, minta segera masuk malam ini," jelas Ir. Benediktus Polo Maing.

Jika ada kabupaten yang tidak memasukan data hingga waktu yang ditetapkan maka akan diabaikan. 

"Kalau tidak masuk ya kita tinggalkan itu, kita proses dulu yang ini yang sudah masuk. Masuk malam ini, teman teman olah dikirim ke pusat," kata Benediktus Polo Maing

Baca juga: Wagub NTT, Josef Adrianus Nae Soi  Tinjau Korban Bencana Terisolir di Oepoli Kabupaten Kupang

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved