Breaking News:

Pasca Bencana NTT

Warga 10 Desa di Kabupaten Lembata Akan Direlokasi

Warga 10 desa di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Provinsi NTT) akan direlokasi

POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Banjir yang bersumber dari Gunung Ile Lewotolok menerjang wilayah desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Minggu 4April 2021) pagi. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Warga 10 desa di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Provinsi NTT) akan direlokasi.

Rencana relokasi tersebut diungkapkan Sekda Lembata, Paskalis Ola Tapobali saat rapat koordinasi bersama Satgas Tanggap Darurat Bencana Siklon tropis Seroja NTT, Rabu (14/4) sore.

Sekda Tapobali mengungkapkan, Bupati Sunur telah bertemu dengan masyarakat 10 desa tersebut dan berbicara. Masyarakat, kata Tapobali telah memberikan persetujuan terkait rencana relokasi.

Pemerintah Kabupaten Lembata, kata Tapobali, telah menyiapkan cadangan 10- 50 hektar siap untuk dibangun baik di wilayah Ile Ape maupun di wilayah Kecamatan Nubatukan sebagai alternatif.

Baca juga: Promo McDonalds McD Hari Ini 14 April 2021, Promo Buka Puasa 3 Double Choco Pie Rp 35Ribuan

Baca juga: Tidak Terima Ayahnya Dimaki, Pria di Kupang Tikam Tetangganya

Sebelumnya, pemerintah daerah di NTT diminta untuk menyiapkan lahan relokasi lahan atau bagi korban yang terdampak parah dari bencana alam siklon tropis seroja serta longsor dan banjir.

"Kita minta pada pemerintah daerah (kabupaten) agar segera dalam 3 hari ini memberikan data pada kami mengenai korban-korban yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat. Juga segera menyiapkan lahan bagi para korban sehingga bisa direlokasi yang mana akan dibiayai oleh pemerintah pusat," ujar Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM, Senin 12 April 2021.

Pemkab, kata dia, juga harus segera koordinasikan dengan BPN agar masyarakat yang direlokasi tersebut tidak kesulitan dalam mengurus sertifikat tanah.

Baca juga: Krisis Center Dinkes Lembata Disebar ke Posko Pengungsian Bencana Alam

Baca juga: Kemenkumham NTT Verifikasi PBH Kencana Kasih

Pihak pemerintah provinsi berharap pembangunan relokasi dipercepat mengingat banyak warga yang harus direlokasi dan harus ada penanganan yang cepat mulai dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan juga Pemerintah Pusat.

BNPB juga mengalokasikan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp 500.000/bulan/KK bagi para korban bencana alam. (Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Berita Kabupaten Lembata

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved