Breaking News:

Sinode GMIT Kirim Bantuan ke Kabupaten Sabu Raijua Pasca Badai Seroja di NTT

Sinode GMIT Kirim Bantuan ke Kabupaten Sabu Raijua Pasca Badai Seroja di NTT

Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Sebuah Kapal nyaris terbalik di kabupaten Sabu Raijua Pasca di hantam badai Seroja. 

Sinode GMIT Kirim Bantuan ke Kabupaten Sabu Raijua Pasca Badai Seroja di NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kabupaten Sabu Raijua merupakan salah satu kabupaten yang turut menjadi korban keganasan amukan Badai Seroja pada 5 April 2021 lalu, namun hingga hari ke tujuh ini, belum banyak bantuan yang masuk ke wilayah tersebut.

Mersepon hal tersebut, Majelis Sinode Gereja Masehi Injili Timor ( GMIT), mengirimkan sejumlah bantuan bagi warga terdampak bencana alam ini.

"Bantuan yang dikirim berupa, Beras 2 Ton, Telur 200 rak, 100 buah terpal, 100 lembar kain panjang, 100 pcs minyak telon, 200 dia air mineral, 100kilogram kacang hijau, 100 dos mie instan, 17 dia minyak goreng, pampres 10 dos, 4 dos sabun mandi, pasta gigi 2 dos, 8 dos pembalut dan 3 dos sikat gigi formula," jelas ketua sinode GMIT, pendeta Dr. Mery Kolimon, Minggu 11 April 2021.

Baca juga: Ramadan Hampir Tiba, Aston Hotel Kupang Beri Promo PSBB

Baca juga: Penjualan Menu Takjil di Bulan Puasa, Pemkot Masih Koordinasikan Bersama Forkompimda

Ia mengatakan, bantuan tersebut akan di salurakan di dua titik yakni, Posko GMIT di Klasis Sabu Barat dan Klasis Sabu Timur.

Hari ini, bantuan tersebut telah di kirim ke kabupaten sabu Raijua dengan menggunakan jalur laut menumpang kapal TNI KRI Ahmad Yani.

Terkait dengan jumlah pengungsi, pendeta Mery mengungkapkan, hingga saat ini ia belum menerima informasi secara pasti.

Baca juga: Bupati Anton : 5 Korban Hilang Banjir di Pulau Adonara Akan Tetap Dicari

Baca juga: Setelah Tujuh Hari, Korban Bencana Yang Terisolir di Kabupaten Kupang Akhirnya Terima Logistik

Plt Bupati Sabu Raijua, Doris Rihi menyebutkan, hampir seluruh kecamatan di Sabu Raijua terdampak badai itu. Dari laporan seluruh camat, kata dia, sebanyak 12 ribu unit rumah warga rusak.

"BPBD tiba dari 6 April dan besoknya kami dapat distributor bantuan bahan bangunan yang dimuat pakai kapal KRI Ahmad Yani," ujarnya kepada wartawan, Sabtu 10 April 2021.

Pasca badai, pemerintah menyalurkan bantuan darurat untuk warga terdampak bencana. Bantuan darurat itu berupa, beras cadangan bulog.

"Semua bantuan harus my adress my name, tidak saja diberikan sesuai jumlah, karena akan berdampak hukum. Bantuan sudah diberikan secara terbatas sejak awal kejadian. Kita usahakan besok atau lusa kita distribusi lagi sesuai data dari dinsos," katanya. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Berita Sabu Raijua

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved