Breaking News:

Setelah Tujuh Hari, Korban Bencana Yang Terisolir di Kabupaten Kupang Akhirnya Terima Logistik

Warga yang menjadi korban dan terdampak bencana di Wilayah Amfoang Kabupaten Kupang Provinsi NTT

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Tim Satgas Tanggap Darurat NTT menurunkan bantuan bagi warga Oepoli dari helikopter BNPB di Lapangan SMPK San Daniel Oepoli Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Minggu (11/4/2021) siang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Warga yang menjadi korban dan terdampak bencana di Wilayah Amfoang Kabupaten Kupang Provinsi NTT akhirnya mendapat pasokan logistik pada Minggu (11/4/2021).

Pasokan logistik ini tiba di Lapangan SMPK San Daniel Oepoli Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang menggunakan helikopter BNPB dengan No.Seri PK-PUJ pada pukul 10.00 Wita.

Logistik itu rencananya akan disalurkan kepada warga melalui Posko Siaga Bencana Stasi Petrus Tataum dan Paroki Sta. Maria Mater Dei Oepoli.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja NTT, Ardu Jelamu Marius mengatakan, pemerintah provinsi melalui Satgas Tanggap Darurat Bencana mendistribusikan logistik berupa sembako di wilayah tersebut menggunakan helikopter karena terputusnya akses melalui jalur darat dan laut sejak kejadian bencana pada Senin, 5 April 2021 subuh.

Baca juga: Balai Anak Naibonat di Kupang Beri Layanan Psikososial bagi Anak Korban Bencana

Baca juga: Komunitas Bhayangkara Pasola Trail Adventure Peduli Bencana Bantu Korban Bencana Sumba Timur

Logistik yang didistribusikan bagi warga terdiri dari 120 kg beras, 50 kg gula pasir, 30 dos mie instan, 4 dos minyak goreng, 5 dos susu kaleng.

Ardu Jelamu Marius menyebut, akibat bencana tersebut, sebanyak 12 warga Kabupaten Kupang dilaporkan meninggal dunia dan 3 lainnya masih hilang hingga Minggu siang.

Saat ini, jumlah pengungsi di Kabupaten Kupang berjumlah 1.237 KK atau 5.640 jiwa. Sebanyak 6.071 KK atau 24.284 jiwa terdampak. Sementara itu, rumah rusak berat berjumlah 3.540 unit, rusak sedang sejumlah 963 unit dan rusak ringan sejumlah 2.043 unit serta 6.546 unit rumah terdampak.. Selain itu, sebanyak 132 fasilitas umum dan fasilitas sosial juga rusak.

Baca juga: Dewan dan Penjabat Bupati Malaka Bahas Jalur Alternatif di Benenain

Baca juga: Pegadaian TTU-Malaka Bersonasi dengan Korban Banjir Benenain

Gubernur Viktor Laiskodat sehari sebelumnya menginstruksikan agar logistik yang masuk ke Posko Tanggap Darurat Bencana harus segera didistribusikan ke lokasi yang membutuhkan. Logistik tersebut tidak boleh ditahan tahan di Gudang Logistik Posko.

"Begitu (logistik) masuk di Posko, ada kita langsung teruskan. Tidak boleh tahan terlalu lama," tegas Gubernur Viktor Laiskodat saat jumpa pers bersama Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo pada Sabtu (10/4) malam.

Viktor Laiskodat menjelaskan, daerah bencana yang kondisinya parah seperti Adonara, Lembata dan Alor akan menjadi prioritas. Demikian juga Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Kupang.

Bahkan kata dia, jika akses ke lokasi lokasi tersebut terputus dan tidak dapat dijangkau dengan perjalanan darat atau perjalanan laut maka akan dilakukan distribusi menggunakan helikopter BNPB.

"Daerah yang parah seperti Adonara, Lembata dan Alor, sabu Raijua, Sumba Timur Bagian Selatan, Kabupaten Kupang seperti Oepoli kita akan selesaikan kalau tidak bisa masuk pake akses laut dan darat maka pake helikopter BNPB," tegas dia. (Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Berita Kabupaten Kupang

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved