Breaking News:

Bencana Alam NTT

NTT Telah Ditetapkan Siaga Darurat Bencana Sejak Desember 2020

Bencana alam di NTT yang terjadi hampir di semua kabupaten dan kota, menimbulkan reaksi dari masyarakat

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Karo Humas Setda NTT Ardu Jelamu Marius 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bencana alam di NTT yang terjadi hampir di semua kabupaten dan kota, menimbulkan reaksi dari masyarakat yang mendesak agar Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menetapkan status darurat bencana ini. 

Merespon tuntutan tersebut, Juru bicara Pemprov NTT, Marius Ardu Jelamu mengatakan penetapan tersebut telah ada di surat keputusan gubernur NTT bernomor 364/KEP/HK/2020 tanggal 21 Desember 2020 tentang Status Keadaan Siaga Darurat Penanganan Bencana Banjir,  Tanah Longsor, Angin Siklon Tropis, Gelombang Pasang dan Abrasi di Provinsi NTT.  

Ia menyampaikan, salinan surat keputusan tersebut baru diterima dirinya dari sekretaris daerah NTT
 

"Keputusan Gubernur ini menandakan pemerintah Provinsi NTT sangat memperhatikan informasi dari BMKG. Peristiwa Badai Seroja yang menerjang NTT tentunya menjadi pelajaran berharga agar pola koordinasi dalam menghadapi bencana lebih dioptimalkan," jelasnya Kamis 8 April 2021.

Baca juga: TNI Siapkan Jembatan Penghubung Darurat Perlancar Evakuasi Korban di Daerah Terdampak Bencana

Baca juga: Bank Mandiri Serahkan Bantuan Sembako Bagi Warga Terdampak Badai Seroja

Dijelaskan Marius, saat ini pemprov NTT fokus sepenuhnya pada upaya penanganan dampak bencana ini hingga pada proses pemulihan ekonomi, sosial psikologis masyarakat terdampak.  

Menurutnya, saat ini, Gubernur dan Wakil Gubernur terus memantau dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi sekaligus mempersiapkan beberapa agenda kunjungan dari BPNB, Mensos dan presiden Joko Widodo. 

Keputusan Gubernur tersebut dikeluarkan sejak akhir Desember 2020  dengan mempertimbangkan prediksi cuaca dari BMKG serta perubahan musim yang diperkirakan akan menyebabkan terjadinya badai tropis dan berpotensi mengakibatkan bencana banjir, tanah longsor, angin siklon tropis, gelombang pasang dan abrasi.

Baca juga: Demi Normalisasi Penerangan di Kota Kupang, Tim PLN Lakukan Pengerjaan di Lapangan

Baca juga: Pemerintah Apresiasi Vaksinasi Lansia oleh Lembaga Pendidikan

"Bahwa untuk mengantisipasi dampak bencana sebagaimana dimaksud, perlu dilakukan upaya penanganan siaga darurat untuk mempermudah akses, koordinasi dan komunikasi yang lebih cepat, tepat dan terpadu dalam rangka mempersiapkan semua sumberdaya yang tersedia pada pemerintah pusat,  pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha sehingga mampu menghilangkan atau meminimalisir dampak bencana yang akan terjadi, " demikian bunyi kutipan pertimbangan dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur tersebut. 

Selanjutnya dalam Diktum Keputusan ditetapkan status Keadaan Siaga Darurat Penanganan Bencana Banjir, Tanah Longsor,  Angin Siklon Tropis, Gelombang Pasang dan Abrasi di Provinsi NTT. 

"Segala Keadaan Siaga Darurat sebagaimana dimaksud ditetapkan selama 6 (enam) bulan, terhitung mulai tanggal 21 Deaember 2020 sampai dengan 21 Juni 2021," bunyi Surat Keputusan itu. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Berita Bencana Alam di NTT

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved