Bencana Alam NTT
Demi Normalisasi Penerangan di Kota Kupang, Tim PLN Lakukan Pengerjaan di Lapangan
Hampir empat hari pemadaman listrik secara keseluruhan di Kota Kupang pasca bencana di NTT
Penulis: Ray Rebon | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Hampir empat hari pemadaman listrik secara keseluruhan di Kota Kupang pasca bencana di NTT, khususnya di Kota Kupang, PLN secara serius mengirim Tim-timnya lakukan pengerjaan secara totalitas untuk mengnormalkan penerangan di Kota Kupang.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Rabu (7/4/2021), terlihat tim-tim PLN di Kota Kupang sudah mulai beraktivitas memperbaiki beberapa titik di kota kupang terkait dengan kerusakan parah yang diakibatkan badai siklon tropis seroja pada Minggu (04/04/2021) lalu.
Terlihat dalam perbaikan yang dilaksanakan oleh tim-tim PLN dilapangan, dengan susah payah mengangkat tiang-tiang yang berjatuhan, serta tetesan keringat membasahi pakaian mereka dalam proses pengerjaan demi memenuhi kenyamanan masyarakat terkait penerangan di Kota Kupang.
Dampak dari proses pekerjaan yang menguras tenaga tersebut, tidak memberikan hilangnya rasa semangat dalam diri mereka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, karena proses pekerjaan mereka akan berlangsung hingga target perhari dipenuhi.
Baca juga: Pemerintah Apresiasi Vaksinasi Lansia oleh Lembaga Pendidikan
Baca juga: Kodim 1618/TTU Beri Bantuan Material Bangunan Bagi Korban Bencana Banjir di Kefamenanu
"Kami mulai bekerja tiap harinya itu mulai dari jam 8 pagi dilokasi, untuk per/harinya kita targetkan 5 titik per/tim, untuk menyelesaikan di lokasi yang berat mengalami kerusakan, semua tergantung pada kerusakan dari tiang dan alat yang dibutuhkan dari satu tiang listrik,"kata Immer Pakpahan salah satu koordinator tim kepada Pos-Kupang.Com.
Immer juga mengakui apabila di hari kemarin pihaknya telah mengupayakan dalam perbaikan tiang listrik di beberapa lokasi berbeda di Kota Kupang.
"Di depan Rukun Jaya, terus ke Rukun Jaya, besok baru bisa selesai tadi baru dipotong pohonnya, karena ada tiang yang patah dan kabel yang jatuh, jadi hari ini kami sudah lima titik selesaikan, tapi untuk saat ini masih 90 persen besok baru 100 persen," tambahnya.
Baca juga: Berikut Update Data Jumlah Korban Bencana ALam NTT Secara Keseluruhan, Ini Penjelasan Pemerintah
Baca juga: NasDem Sumba Timur Siapkan Enam Ton Beras Bagi Korban Bencana
Untuk saat ini, kata Immer bahwa untuk proses pemulihan mencapai 20 persentase yang telah kembali aktif di beberapa lokasi di kota Kupang, upaya perbaikan tersebut telah dilakukan sejak Senin 5 April 2021 sampai dengan 7 April 2021.
"Hingga saat ini, PLN telah bekerja selama tiga hari,"ungkapnya dengan nada lelah
"Prediksinya sudah 20 persen mulai malam ini, dari kemarin sudah menyalah 10 persen dan masih 80 persen yang belum selesai dan masih banyak dilakukan perbaikan, untuk pastinya saat ini kami belum bisa pastikan selesainya kapan,"sambungnya
Ia menuturkan jika pekerjaan perbaikan hari ini, memasuki hari ketiga, dan itu mulai dari hari Senin kemari sampai hari Rabu ini, untuk saat ini yang sudah menyala baru mencapai 20 persen untuk saat ini, pergerakan sampai pada malam ini sudah 20 persen.
Dia menjelaskan yang menjadi kendala yang dihadapi pihaknya jaringan telepon yang belum stabil yang mengakibatkan komonikasi yang dilakukan terkendala.
"Untuk suka duka, yang terjadi banyak hal, namun kami disini untuk melayani masyarakat dan diausahkan agar secepatnya semua akan pulih, untuk suka dukanya salah satunya kondisi komonikasi yang kurang bagus untuk saat ini dan untuk kendala lainnya material kecil-kecil yang didatangkan dari luar NTT, untuk material itu seperti insolator tambahan, terates dan material-material kecil lainnya kalau untuk material besar yang utama banyak disini ada stoknya," urainya.
Untuk lokasi yang telah dikerjakan di beberapa titik di kota Kupang.
"Untuk saat ini yang sudah menyala itu di daerah tingkat 1, Jalan Tamrin, BTN sebagian, dan kota lainnya sebagian, dan untuk saat ini kurang lebih sudah ada 20 tim hari ini, yang terdiri setiap tim 10 orang, dan untuk perbaikan di sini ada gabungan 1 tim tambahan karena kerusakan disini agak lebih berat sehingga saat ini ada 20 orang dari 2 tim," jelasnya.