Breaking News:

Bencana Alam NTT

Angin Kencang Porak-Porandakan Atap Seng Kepala Stasi Jaong Satar Mese, Manggarai

Akibat angin kencang porak-porandakan atap seng Kepala Stasi Jaong Satar Mese, Manggarai

Angin Kencang Porak-Porandakan Atap Seng Kepala Stasi Jaong Satar Mese, Manggarai
ISTIMEWA
Atap seng terlihat roboh

Akibat angin kencang porak-porandakan atap seng Kepala Stasi Jaong Satar Mese, Manggarai

POS-KUPANG.COM | RUTENG----Badai Siklon Tropis Seroja melanda wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT). Tidak luput juga melanda wilayah Kabupaten Manggarai.

Badai angin kencang itu memporak-porandakan atap Kapela Stasi Jaong Desa Jaong Kecamatan Satar Mese. Untung dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.

Camat Satar Mese, Damianus Arjo, SSTP, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (6/4/2021) pagi, mengatakan kejadian angin kencang merubuhkan atap Kapela Stasi Jaong itu, Senin (5/4/2021) malam. Belum diketahui taksasi kerugian akibat kerusakan atap kepala Stasi tersebut.

Baca juga: BMKG Berikan Peringatan Dini Siaga Terhadap Potensi Banjir dan Tanah Longsor di Wilayah NTT

Baca juga: Pasca Seroja, Antrean di SPBU Fatululi Membeludak

Kabag Prokopim Setda Manggarai, Lody Moa, dalam rilisnya kepada Wartawan, menjelaskan, hingga hari ini pukul 12.00 Wita, total laporan sementara kejadian bencana yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai mencapai 32 laporan dengan rincian bencana akibat angin kencang sebanyak 25 laporan, gelombang pasang 1 laporan, tanah bergerak 1 laporan, tanah longsor 2 laporan, dan banjir 3 laporan.

Dari laporan itu, jelas Lody, total fasilitas terdampak akibat bencana ini sebanyak 41 unit dengan rincian, rumah warga 25 unit, fasilitas umum 7 unit, fasilitas pemerintah 6 unit dan fasilitas pendidikan 3 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 fasilitas mengalami rusak berat dan 17 fasilitas lainnya rusak sedang.

Baca juga: Data Sementara BPBD Manggarai Terima 32 Laporan Bencana Aakibat Badai Siklon Seroja

Baca juga: Terbaru! Kasus Covid-19 di Manggarai Tembus 1.847 Orang, 17 Pasien Diantaranya Meninggal Dunia

Untuk laporan bencana akibat angin kencang, jelas Lody, berasal dari empat kecamatan yakni Kecamatan Satarmese Utara 1 laporan, Kecamatan Cibal 2 laporan, Kecamatan Ruteng 2 laporan dan Kecamatan Langke Rembong 20 laporan. Angin kencang ini mengakibatkan pohon tumbang dan sejumlah rumah warga rusak sedang dan berat. 

Kemudian untuk laporan gelombang pasang, jelas Lody, terjadi di Desa Robek, Kecamatan Reo, mengakibatkan sejumlah rumah dan jalan rabat beton rusak. Lalu, laporan tanah bergerak berlokasi di Desa Lalong, Kecamatan Wae Ri'i, berakibat sejumlah rumah warga terancam roboh. 

Selanjutnya laporan tanah longsor terjadi di Desa Wewo, Kecamatan Satarmese, menyebabkan ruas jalan tertimbun longsor dan tanah longsor di salah satu rumah warga di Kelurahan Watu yang menyebabkan TPT (tembok penahan tanah) rusak berat. 

Sedangkan untuk laporan banjir, jelas Lody, terjadi di dua kecamatan dengan rincian 1 laporan banjir dari Desa  Hilihintir, Kecamatan Satarmese Barat, mengakibatkan saluran irigasi Wae Mau II rusak berat, 1 laporan dari Desa Paka, Kecamatan Satarmese, menyebabkan saluran irigasi sekunder Wae Mantar II rusak berat, dan 1 laporan dari Desa Iteng, Kecamatan Satarmese, menyebabkan kerusakan pada ruas jalan Pong Kukung-Melo. 

Terhadap laporan bencana tersebut, kata Lody, pihak BPBD Kabupaten Manggarai telah melakukan monitoring dan penanganan terhadap sejumlah laporan bencana. Untuk wilayah di luar Kecamatan Langke Rembong, BPBD berkoordinasi dengan dinas terkait dan pihak kecamatan untuk penanganan sejumlah bencana. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Berita Bencana Alam di NTT

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved