Breaking News:

Teror Nekamese

Polisi Bantah Pernyataan Pendeta di Nekamese Terkait Penolakan Laporan Pengancaman

memberi ruang kesempatan yang sama dari kedua belah pihak untuk membuat laporan pengaduan untuk diproses secara hukum. 

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Kondisi rumah dan kios warga yang dibakar 

Polisi Bantah Pernyataan Pendeta di Nekamese Terkait Penolakan Laporan Pengancaman

POS-KUPANG.COM|KUPANG-- Polres Kupang membantah pernyataan Pendeta gereja GMIT Gibeon Bone, Pdt. Erna Ratu Eda Fanggidae, S.Th terkait laporan ancaman pembunuhan yang ditolak polisi. 

"Tidak benar, tidak pernah ada laporan. Kami sudah mengkonfirmasi kapan dilaporkan dan siapa nama petugas yang menolak laporannya," ujar Paur Humas Polres Kupang, Aipda Lalu Rihandi Hidayat kepada wartawan, Sabtu 3 April 2021. 

Menurut dia, saat ini polisi sudah memeriksa 44 orang dari kedua belah pihak dalam kasus pembakaran rumah warga di Desa Taloetan, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang. 

Polres Kupang, kata dia, memberi ruang kesempatan yang sama dari kedua belah pihak untuk membuat laporan pengaduan untuk diproses secara hukum

Hingga saat ini proses hukum sedang berjalan karena melibatkan banyak orang. Polres Kupang bekerja ekstra untuk mewujudkan kepastian, kemanfaatan dan keadilan bagi semua masyarakat. 

Baca juga: Kapolda NTT : Tindak Tegas Pelaku Pengancaman Pendeta dan Pembakaran Rumah Warga di Nekamese Kupang

Sebelumnya, Pendeta gereja GMIT Gibeon Bone, Pdt. Erna Ratu Eda Fanggidae, S.Th. mengaku diancam dan dibunuh sekelompok massa perusuh, Minggu 28 Maret 2021) lalu.

Kelompok perusuh itu membakar 21 rumah warga dan sejumlah ternak piaraan warga pun dibunuh.

Aksi premanisme itu merupakan buntut dari ekseskusi lahan di wilayah itu. 

Ia mengaku sudah membuat laporan ke Polres Kupang, namun laporannya tak diterima.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved