Breaking News:

Populasi Ternak Sapi di Kabupaten Belu 72.182 Ekor

tahun 2019 naik menjadi 71.731 ekor dan  Tahun 2020 keadaan Maret sebanyak 72.182 ekor. 

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Ternak sapi masyarakat Kabupaten Belu 

Populasi Ternak Sapi di Kabupaten Belu 72.182 Ekor

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA--Masyarakat Kabupaten Belu masih tetap serius mengembangkan ternak sapi sebagai salah satu sektor unggulan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hal itu dibuktikan dengan populasi ternak sapi terus meningkat setiap tahunnya.

Sesuai data Dinas Peteternakan Kabupaten Belu tahun 2018 populasi sapi sebanyak 69.621 ekor, tahun 2019 naik menjadi 71.731 ekor dan  Tahun 2020 keadaan Maret sebanyak 72.182 ekor. 

Khusus data ternak sapi tahun 2020 dilaporkan juga oleh Kadis Peternakan Kabupaten Belu Drs. Nikolaus Umbu Birri kepada Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat saat kunjungan kerja ke Kabupaten Belu, Kamis 25 Maret 2021.

Baca juga: Ruas Jalan SP Nenuk-Lookeu Kabupaten Belu Dikerjakan

Baca juga: Jumlah Pasien Covid-19 di Kabupaten Belu Tinggal 12 Orang, Simak Penjelasannya

Menurut Niko Birri, populasi sapi hasil kawin alam masih mendonimasi di Kabupaten Belu. Di tahun 2020 tercatat 20.000 ekor hasil kawin alam.

Sedangkan hasil inseminasi buatan (IB) tahun 2020 yang berhasil sebanyak 115 ekor dengan jenis IB Bali murni dan Cross diantaranya, simental, limousin dan brangus. Untuk tahun 2021 sudah dilaksanakan IB sebanyak 717 ekor.

Pemerintah terus mendorong petani untuk tetap serius mengembangkan usaha ternak sapi dan sesuai arahan gubernur NTT, ke depannya petani perlu mengembangkan sapi unggul jenis Wagyu yang harganya lebih tinggi dari sapi lokal yang ada saat ini

Baca juga: TNI-Polri di Kabupaten Belu Jaga Imun Tubuh Dengan Bersepeda 

Baca juga: 23 Orang Positif Covid-19 di Kabupaten Belu Belum Sembuh

Dalam mengembangkan ternak sapi, kata Niko Birri, pemerintah selalu mengingatkan para peternak untuk memperhatikan ketersedian pakan ternak.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Peternakan Provinsi NTT, Yohana E. Lisapaly mengatakan, populasi sapi di Kabupaten Belu memberikan kontribusi positif bagi peningkat populasi ternak sapi di NTT.

Menurut Lisapaly, sesuai dengan RPJMD di tahun 2023 ditargetkan ternak sapi mencapai 1,3 juta ekor. Saat ini berjumlah 1,1 juta dan masih terdapat 200 ribu yang harus dikembangkan di tahun 2021, 2022, dan 2023. Untuk mencapai target itu dibutuhkan kerja keras dan kerja serius baik pemerintah maupun peternak.

Pemerintah Provinsi NTT terus memberikan dukungan kepada peternak agar usaha ternak sapi terus dikembangkan. 

Baca juga: Spot Sabanase di Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu

Baca juga: Akhiri Masa Jabatan Bupati Kabupaten Belu, Istri Willy Lay Ungkap Hal Ini

Menurut Lisapaly, gubernur NTT telah merencanakan agar kedepannya di NTT perlu mengembangkan sapi unggul jenis Wagyu yang harganya cukup tinggi mencapai 100 hingga 200 juta.

Target IB sapi Wagyu harus berhasil minimal 50 ekor tahun 2021. Untuk tahun 2022, hasil IB ini akan dikawinkan dengan induk Wagyu asli untuk mendapatkan anak murni wagyu. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved