Breaking News:

Pangkas Rambut Gratis Anak Panti Asuhan Dari Komunitas Salon Lembata

Anak-anak penghuni Panti Asuhan Don Bosko dan Wilhelmus di Kota Lewoleba tampak bahagia

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Anak-anak penghuni Panti Asuhan Don Bosko dan Wilhelmus di Kota Lewoleba tampak bahagia ketika menyambut kedatangan puluhan anggota Komunitas Salon Lembata (KSL), Minggu (28/3/2021) petang. Selain berbagi kegembiraan bersama anak-anak panti asuhan, Komunitas Salon Lembata juga memberikan pelayanan pangkas rambut gratis bagi para penghuni dua panti asuhan tersebut. 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA-Anak-anak penghuni Panti Asuhan Don Bosko dan Wilhelmus di Kota Lewoleba tampak bahagia ketika menyambut kedatangan puluhan anggota Komunitas Salon Lembata (KSL), Minggu (28/3/2021) petang.

Selain berbagi kegembiraan bersama anak-anak panti asuhan, Komunitas Salon Lembata juga memberikan pelayanan pangkas rambut gratis bagi para penghuni dua panti asuhan tersebut.

Ketua Komunitas Salon Lembata (KSL) Rini Banguhari, menerangkan aksi sosial pangkas rambut gratis itu dilakukan di tengah keadaan ekonomi yang sulit selama masa pandemi Covid-19 dan menyongsong perayaan Paskah awal April mendatang.

Baca juga: Ketua Bintang Muda Indonesia NTT Kecam Aksi Bom di Gereja Katedral Makassar

"Banyak orang masuk salon susah karena ekonomi terjepit, kita jemput bola bantu anak panti asuhan tidak perlu masuk salon lagi. Ini gratis," kata Rini ditemui di Panti Asuhan Don Bosko Lewoleba.

Komunitas Salon Lembata yang berdiri pada 14 Februari 2021 kemarin telah menghimpun sebanyak 31 salon yang ada di Lembata. Selain aksi sosial semacam ini, mereka juga rutin menggelar arisan dua minggu sekali.

Baca juga: 4 Momen Manis Jin BTS dan Kakaknya Kim Seok Jung Berbagi Cinta, Nomor 3 Romantis!

Penasihat dan Pembina KSL, Hj Rahmawati Nur berujar tujuan komunitas ini didirikan yakni supaya salon di Lembata mempunyai wadah bersama yang mengumpulkan semua pekerja salon di Kabupaten Lembata.

"Mungkin kami juga akan setarakan standar harga salon di Lembata agar tidak ada persaingan secara tidak sehat," ungkapnya.

"Kami bentuk komunitas ini juga termotivasi untuk adakan aksi sosial. Mungkin gunting rambut, lalu bisa ada safari ramadhan gunting rambut di pesantren. Lalu, ke depannya akan adakan bakti sosial lain," tambah Nur.

Dia merincikan saat ini baru terkumpul dalam komunitas sebanyak 31 salon di Lembata. Akan tetapi belum termasuk yang berada di wilayah Kecamatan Omesuri dan Buyasuri. Jadi, dia memperkirakan total ada 41 salon di Lembata.

Lebih lanjut, Nur berujar kegiatan sosial ini akan terus berlanjut sebagai tanda bahwa komunitas tersebut eksis di tengah masyarakat dan kebersamaan di antara anggota komunitas terus terawat.

Dia berharap Komunitas Salon Lembata juga bisa bersinergi dengan Pemda Lembata terutama pada saat gelaran event-event yang digelar pemerintah daerah.

"Setiap kali event pemda selalu pakai salon dari luar Lembata. Padahal potensi di sini ada. Kami harap pemda bisa pakai jasa kami, tidak ambil dari luar lagi. Bisa hubungi kami. Harapan kami para penari yang akan tampil di perhelatan Liga II ETMC bisa pakai jasa kami sebagai tata rias," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved