Breaking News:

Gubernur NTT Pastikan Transportasi Mudik Lebaran Normal

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, memastikan semua aktivitas, termasuk aktivitas Transportasi saat Mudik Lebaran akan berjalan normal

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat kunjungan kerja di Desa Camplong II Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang NTT pada Sabtu 28 Maret 2021.  

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, memastikan semua aktivitas, termasuk aktivitas Transportasi saat Mudik Lebaran akan berjalan normal. Ia menyebut aturan larangan mudik 2021 yang dikeluarkan pemerintah pusat, tak akan berpengaruh langsung kepada NTT.
Gubernur menegaskan mudik adalah tradisi di Pulau Jawa.

"Kita jalan biasa aja. NTT kan tidak mudik. Mudik itu di Jawa. Jadi tidak pengaruh," ujar Gubernur Viktor Laiskodat saat diwawancarai usai mengunjungi kelompok tani dan ternak di Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Sabtu (27/3/2021) siang.

Baca juga: Konflik Nelayan Tradisional dan Purse Seine Berakhir, Teluk Lewoleba Akan Jadi Kawasan Konservasi

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan menghapus kegiatan mudik pada Idul Fitri 1442 H tahun ini. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Tingkat Menteri yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. "Maka ditetapkan bahwa pada tahun 2021 mudik ditiadakan," ujar Muhadjir dalam konferensi pers virtual, Jumat (26/3).

Larangan mudik yang berlaku selama 12 hari terhitung 6 hingga 12 Mei 2021 ini tidak hanya untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, namun juga seluruh masyarakat. "Berlaku untuk seluruh ASN, TNI/Polri BUMN karyawan swasta, maupun pekerja mandiri dan juga seluruh masyarakat," ucap Muhadjir.

Baca juga: Ini Alasan Gubernur NTT Lantik Empat Penjabat Bupati di Besipae

Meski begitu, pemerintah tetap memberikan jatah cuti Idul Fitri selama sehari. Namun, masyarakat dilarang untuk mudik ke kampung halaman. "Cuti bersama Idul fitri tetap satu hari tetap ada namun tidak boleh ada aktivitas mudik," kata Muhadjir.

Karo Administrasi Pimpinan Setda NTT, Ardu Jelamu Marius, menambahkan larangan yang dikeluarkan pemerintah bertujuan untuk melindungi pribadi dan melindungi masyarakat pada umumnya dari penyebaran Covid-19. "Yang utama dari larangan itu adalah untuk meminimalisir penyebaran Corona sambil menunggu warga selesai divaksinasi," ujar Ardu Jelamu.

Pemprov NTT, kata dia, mengimbau seluruh masyarakat untuk mentaati larangan tersebut. "Mari kita menahan diri, tidak bepergian untuk mudik. Kita harapkan dari luar NTT juga bisa mengikuti larangan pemerintah untuk tidak mudik. Kecuali untuk hal hal yang mendesak. Misalnya ada kematian dan sebagainya," papar Ardu Jelamu.

Cegah Covid

Terkait silaturahmi Idul Fitri, pemerintah juga mengimbau agar dilakukan secara virtual. Meski kurva statistik menunjukkan makin banyak pasien positif Covid-19 yang sembuh, serta makin menurunnya pertumbuhan angka positif Covid-19, tetapi masyarakat diharapkan tidak boleh lengah.

Hal itu menurut Ardu Jelamu, karena pemerintah maupun masyarakat tidak dapat memprediksi peluang munculnya ledakan kasus baru. Oleh karenanya, pemerintah meminta seluruh masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan dengan melaksanakan 5M.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved