'Matahari Kembar' Pimpin Partai Demokrat Ruhut Sitompul Menangis: Mengapa Ini Terjadi? Renungkanlah!

Dualisme terjadi, karena faktanya, ada dua ketua umum partai berlambang mercy ini. Pertama Agus Harimurti Yudhoyono, lalu berikutnya Moeldoko.

Editor: Frans Krowin
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Ruhut sitompul mantan kader Partai Demokrat 

'Matahari Kembar' Pimpin Partai Demokrat Ruhut Sitompul Menangis: Mengapa Ini Terjadi? Renungkanlah!

POS-KUPANG,COM - Lama membungkam, kader Partai Demokrat yang satu ini akhirnya angkat bicara. Sosok yang blak-blakan ini bahkan menangis ketika membicarakan kasus ini. 

Itulah mantan kader Partai Demokrat, Ruhut Sitompul. Ia menanggapi polemik dualisme yang terjadi Partai Demokrat saat ini.

Dualisme terjadi, karena faktanya, ada dua ketua umum partai berlambang mercy ini. Pertama Agus Harimurti Yudhoyono yang dipilih pada Kongres V Partai Demokrat.

Sedangkan berikutnya, Moeldoko yang dipilih secara aklamasi pada Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dualisme Partai Demokrat ini terdapat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan kubu KLB Deli Serdang dengan Ketua Umum Moeldoko.

Meski demikian, rupanya masih terdapat kisruh terjadi dengan hasil KLB Deli Serdang.

Baik kubu AHY dan Moeldoko mengklaim sebagai pengurus Partai Demokrat yang sah.

Bagaimana Tanggapan Mantan Kader Partai Demokrat, Ruhut Sitompul?

Dilansir dari acara Mata Najwa pada Kamis (11/3), Ruhut Sitompul mengaku berterima kasih kepada SBY yang telah membesarkan dirinya.

"Saya ini die-hard SBY, orang bilang Ruhut itu anjing penjaga SBY dan Partai Demokrat. Karena begitulah saya perjuangkan Partai Demokrat," papar Ruhut Sitompul.

Merasa tak bisa lupa dengan asalnya dari partai berlambang mercy ini, Ruhut mengaku sedih dengan kondisi Partai Demokrat saat ini.

"Hari ini aku menangis ada dua tokoh Demokrat berkonflik. Kenapa kita bawa ke ruang publik? ini yang buat saya sedih. Mengapa ini terjadi. Perlu kita renungkan semua," jelas Ruhut Sitompul.

Ruhut pun mempertanyakan alasan sebagian besar orang yang terus memojokkan sosok Moeldoko.

"Kenapa sih Pak Moeldoko terus dipojokkan? Bagi Kader Partai Demokrat kita berterima kasih. Saya itu kacang tak bisa lupa dengan kulitnya," beber Ruhut Sitompul.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved