Breaking News:

Opini Pos Kupang

Belajar dari Presiden Jokowi

Ki Hajar Dewantara pendiri Perguruan Taman Siswa ,Tokoh Pendidikan Nasional, mewariskan ajaran bernilai yaitu "Ing ngarsa sung tulada

Belajar dari Presiden Jokowi
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Oleh: Frans.X.Skera Penulis Buku "Ciri Khas dan Warisan Pemimpin Pemerintahan Propinsi NTT Dari EL Tari ke Lebu Raya

POS-KUPANG.COM - Ki Hajar Dewantara pendiri Perguruan Taman Siswa ,Tokoh Pendidikan Nasional, mewariskan ajaran bernilai yaitu "Ing ngarsa sung tulada (Di depan memberi teladan), Ing madya mangun karsa (Di tengah menciptakan peluang berprakarsa), Tut wuri handayani (Di belakang memberikan dorongan).

Ajaran ini kemudian dianut sebagai ciri kepemimpinan Pancasila dan diajarkan sebagai prinsip yang harus dijalankan para pemimpin pemerintahan Indonesia, seperti yang diungkapkan Prof Pamudji MPA dalam bukunya Kepemimpinan Pemerintahan di Indonesia (Bina Aksara, Jakarta,1985).

Tentu diharapkan agar sikap dan perbuatan seorang pemimpin , bisa merupakan contoh/teladan bagi orang orang yang dipimpinnya. Karena Pemimpin fungsinya menggerakkan bawahan agar bekerja sama guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan membuat hal hal yang benar, maka dia harus mampu menciptakan peluang agar anak buahnya berprakarsa dan berkreasi.

Mencermati Setahun Pandemi Covid-19

Demikian juga, mengingat mereka yang dipimpin adalah pelaksana program/kegiatan, maka pemimpin diharapkan bisa mendorong bawahannya untuk maju dan bertanggung jawab.

Memang menjadi pemimpin panutan yang mampu menggerakkan bawahan untuk berdaya cipta dan melakukan pekerjaan dengan bertanggung jawab, sungguh tidak mudah, apalagi kalau pemimpinnya karbitan. Dewasa ini faktor keteladanan pemimpin mendapat sorotan, sebab semakin tergerus dan terancam menjadi "sifat langka" dan karenanya bisa menimbulkan berbagai masalah dalam pengurusan satu organisasi.

Atasi Masalah Air, Pangdam IX/Udayana Resmikan Pompa Hidran di Desa Oelnasi

Beruntung di zaman defisit nilai seperti saat ini, Bangsa Indonesia memiilki seorang Pemimpin "yang lain dari pada yang lain" dalam diri Presiden Jokowi. Disebut demikian karena dia bukan pimpinan partai politik atau seorang jenderal, tetapi hanya seorang pengusaha meubel sukses yang tertempa kesulitan dan kemiskinan serta memulai karier kepemimpinan dari bawah.

Bekerja sambil belajar, menggeluti dan menyelesaikan berbagai masalah rakyat sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta, sehingga ketika terpilih sebagai Presiden, kepemimpinannya matang dan teruji.

Keunikannya begitu jelas terlihat dalam kesederhanaan, kejujuran, kecerdasan, kerja keras, kepekaan dan ketanggapannya terhadap masalah-masalah yang dihadapi, serta bertindak cepat untuk menyelesaikan.

Bermodalkan kelebihan tersebut, Presiden Jokowi telah menorehkan banyak prestasi fenomenal dalam kurun waktu singkat. Perbutan perbuatan benar ini, sulit bahkan tak akan dilakukan pemimpin pemimpin lain terutama yang mempunyai kepentingan politik bisnis pribadi, keluarga dan kelompok. Kita menyaksikan banyak Menteri, Anggota DPR/D, Gubernur, Bupati ,Walikota tertangkap tangan karena KKN dan suap, tetapi Presiden Jokowi justru berjalan tegap, tegak kepala karena sejauh ini tidak menyalah gunakan kekuasaannya untuk memperkaya diri, keluarga dan kelompoknya.

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved