Breaking News:

Salam Pos Kupang

Mencermati Setahun Pandemi Covid-19

MENCENGANGKAN dan menakutkan, saat virus Corona berasal dari Wuhan merebak dengan cepat hingga ke seluruh dunia

Mencermati Setahun Pandemi Covid-19
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - MENCENGANGKAN dan menakutkan, saat virus Corona berasal dari Wuhan merebak dengan cepat hingga ke seluruh dunia. Kini kasus itu sudah mencapai setahun lamanya.

Kejadian ini benar-benar menjadi bencana kemanusiaan yang tiada taranya. Semua negara baik kaya mau pun miskin dibuat tak berkutik. Mengapa? Karena virus ini muncul dengan tiba-tiba dan karena kesalahan manusia. Saat ini, laju pertumbuhan ekonomi di dunia benar-benar terseret dalam mewabahnya virus Corona yang tidak kenal ampun.

Pertanyaannya, bagaimana konteks kita di Indonesia? Bagaimana juga di Nusa Tenggara Timur? Jawabannya, pemerintah begitu sangat gelagapan menghadapi persoalan ini. Mengapa itu terjadi? Selain kita tidak siap juga karena masih banyak orang yang menganggap remeh tentang penyebaran virus Corona ini.

Bencana Alam di Belu Telan Satu Korban Jiwa

Kalau saja, semua orang bersatu hati dan berbuat yang sama, maka laju perkembangan Covid-19 diperhambat. Tetapi apa kenyataannya, pola perilaku hidup bangsa kita masih ugal-ugalan. Salah satu cara terdekat menghambat penyebaran virus ini adalah memakai masker.

Tetapi kenyataannya, masih banyak orang kita tidak taat memakai masker. Malah petugas dibuat kelimpungan untuk mengatur agar setiap orang tertib menggunakan master dan masih ada saja yang tidak mengindahkan itu. Lalu bagaimana kaitannya dengan perkembangan kekinian?

Atasi Masalah Air, Pangdam IX/Udayana Resmikan Pompa Hidran di Desa Oelnasi

Kita harusnya jangan mempersalahkan siapa-siapa tetapi harus tanya kepada diri. Apakah saya sudah mengikuti protokol kesehatan atau tidak. Itu saja dulu cara ukuran yang paling sederhana. Tetapi apa yang terjadi, larangan buat pesta atau kerumunan tetap juga tidak dihiraukan.

Kalau begitu keadaannya, maka jangan berharap pandemi ini akan segera berakhir. Kita akan tetap terpuruk jauh dalam kesengsaraan. Malah yang terjadi, Pemerintah sudah menyiapkan vaksin tetapi masih ada juga pimpinan yang tidak tanggap dan menganggap remeh soal itu.

Tambahan lagi, masih ada juga yang berbicara lain tentang vaksin maka menambah urusan pemerintah. Bencana yang lebih berat sebenarnya perilaku kita yang tidak taat kepada arahan pemerintah yang menginginkan agar semua warga divaksin. Sebab itu adalah cara terdekat untuk menyelesaikan soal.

Kalau masyarakat lagi menolak divaksin maka menambah penderitaan kita untuk kurun waktu lama. Mari kita sama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan belajar mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah dan selalu mawas diri karena virus ini tetap mengacam siapa saja dan kapan saja. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved