Breaking News:

Berita NTT Terkini

Lahan Pertanian Sawah dan Jagung di Belu Digarap Optimal

Lahan pertanian sawah dan jagung di Kabupaten Belu digarap optimal pada musim tanam pertama (M1) tahun 2020-2021

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Geraldus Mbulu 

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Lahan pertanian sawah dan jagung di Kabupaten Belu digarap optimal pada musim tanam pertama (M1) tahun 2020-2021. Kondisi ini terjadi karena curah hujan bagus di wilayah Kabupaten Belu.

Untuk lahan sawah yang diolah MT1 seluas 5.154 hektare dari target  6.900 hektare. Sedangkan lahan jagung tergarap 15.052 hekatare dari target 17.888 hektare.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Geraldus Mbulu kepada Pos Kupang.Com, Selasa (2/3/2021).

Dua Tahun Menanti, Akhirnya Yonatan Kantongi SK P3K

Menurut Geraldus, sesuai data dinas saat ini, pengelolaan lahan sawah dan lahan kering pada musim tanam pertama tahun ini tergolong bagus. Kondisi ini terjadi karena curah hujan bagus di wilayah Kabupaten Belu.

Realisasi pengelolaan lahan tahun ini lebih bagus dibandingkan musim tanam pertama 2019-2020 lalu. Tahun lalu, realisasi tanam padi sawah sangat rendah bahkan terjadi gagal tanam dan gagal panen. 

Korban Banjir di Motaain Dapat Bantuan Bansos dari Polri

Namun tahun ini tergolong bagus karena curah hujan bagus dan merata. Meski ada beberapa daerah yang terlambat datang hujan. 

"Karena curah hujan tahun ini bagus maka hampir semua lahan sawah dan jagung digarap. Tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Malah tahun lalu ada gagal tanam dan gagal panen", kata Geraldus.

Lanjutnya, secara keseluruhan luasan tanam padi dan jagung di MT 1 hampir 100 persen. Namun ada tiga daerah yang realisasi tanam padi sawah belum meningkat yakni Raimanuk, Tasain dan Sukabitetek.
Di tiga wilayah ini target tanam 880 hektare tetapi realisasi saat ini 96 hektare. Kondisi ini terjadi lantaran curah hujan di wilayah itu belum stabil sejak awal musim hujan.

Curah hujan baru mulai stabil di akhir Januari sehingga petani baru mulai menggarap. Dalam beberapa waktu ke kedepan, realisasi tanam padi di tiga wilayah itu akan meningkat dari data saat ini. 

Geraldus mengatakan, dengan realisasi tanam padi dan jagung yang bagus di MT ini maka ada harapan bagi petani untuk mendapatkan hasil panen bagus tahun ini. 

"Kalau kita pantau, jagung dan padi bertumbuh subur. Tentu ada harapan bagi petani untuk mendapatkan hasil panen yang bagus tahun ", ungkap Geraldus.  

Geraldus menambahkan, untuk lahan yang digarap secara tradisional, produksi jagung berkisar 2-2,8 ton per hektare. Sedangkan di lahan (TJSP) Tanam Sapi Panen Jagung lebih dari 3 ton per hektare. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved