Timor Leste

Negara Timor Leste Tak Lepas dari Revolusi di Portugal, Inilah 10 Fakta Tentang Revolusi Anyelir

POS-KUPANG.COM -- Revolusi Anyelir akan selalu menjadi bagian dari sejarah perjalanan Negara Timor Leste yang tak bisa dilupakan.  Sejarah Timor Lest

Editor: John Taena
istimewa
Ilustrasi--Negara Timor Leste Tak Lepas dari Revolusi di Portugal, Inilah 10 Fakta Tentang Revolusi Anyelir 

Lalu, seperti apa Revolusi Anyelir yang menyediakan kesempatan bagi Timor Leste untuk mendeklarasikan kemerdekaannya kala itu?

Melansir theculturetrip.com, berikut ini fakta-fakta Revolusi Bunga Anyelir Portugal, sebuah kudeta militer yang terjadi pada 25 April 1974:

Dua Veteran Perang Timor-Timur di TTU Kembalikan BLT Desa ke Pemdes Susulaku

1. Revolusi mengakhiri rezim Estado Novo

Rezim Estado Novo (Republik Kedua) dimulai pada tahun 1933 di bawah kepemimpinan Perdana Menteri dan diktator António Salazar, setelah kudeta sebelumnya menggulingkan 16 tahun Republik Pertama.

Ditandai sebagai pemerintah otoriter, itu adalah masa penyensoran dan penindasan dan dipertahankan oleh pasukan "polisi rahasia".

Setelah Salazar mengalami stroke, kepemimpinannya dialihkan ke Marcello Caetano yang memerintah selama enam tahun hingga pengunduran dirinya setelah Revolusi Bunga.

2. Mengakhiri kolonisasi Portugal di Afrika

Timor Leste bukan satu-satunya wilayah yang mendapat peluang mendapatkan kemerdekaannya dengan terjadinya revolusi ini.

Salah satu kekuatan pendorong yang menyebabkan Revolusi Bunga adalah keinginan untuk mengakhiri penjajahan di Afrika, terutama mengingat Perang Kolonial Portugis yang kejam dan mahal.

Dekolonisasi dimulai tidak lama setelah itu dan pada akhir tahun 1975, banyak bekas jajahan Portugal (sekarang), seperti Angola, Cape Verde, São Tomé, dan Mozambik, memperoleh kemerdekaannya.

Tragedi Santa Cruz, Sejarah Kelam Timor Leste Selama Pendudukan Indonesia. Genosida Timor Timur

3. Rinciannya direncanakan dari koloni Afrika

Sebagian besar perencanaan Revolusi Bunga dilakukan oleh militer yang ditempatkan di koloni Afrika, terutama Angola, Mozambik, dan Guinea Bissau.

4. Salah satu dari dua jembatan Lisbon dinamai berdasarkan revolusi

Jembatan terkenal Lisbon, yang mengarah ke pantai Costa da Caparica dan Almada, telah dijuluki sebagai Jembatan Golden Gate Portugal tetapi secara resmi disebut Ponte 25 de Abril (Jembatan 25 April), dinamai untuk hari Revolusi Bunga.

Sebelum hari bersejarah ini, itu adalah Ponte Salazar (Jembatan Salazar).

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved