Berita Politani Kupang
PKL D3 Politani Negeri Kupang Tahun 2021 Dilakukan dengan Berbeda di Masa Covid-19
paling pertama supaya para mahasiswanya ketika turun ke lapangan harus wajib mentaati semua protokol kesehatan oleh pemerintah.
Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
Jadi, kata Jacqualine, apabila mahasiswa yang masih berada di daerah yang lakukan PKL mandiri, mereka pergunakan perkebunan keluarga dan langsung dipantau oleh dosen pembimbing melalui video call. Namun mahasiswa yang saat ini berada di Kota Kupang laksankan PKL di Kampus dan perkebunan Politani Negeri di Oesao.
Serta semua mahasiswa harus taat pada Prokes Covid-19 yang ada.
PKL usaha dijelaskan Jacqualine, ada prodi-prodi politani negeri bekerjasama dengan Bank NTT yang mendapat bantuan dana, mereka melakukan usaha, baik di bidang peternakan maupun dibidang pertanian. Maka selama beberapa bulan mahasiswa lakukan PKL dan hasilnya dipasarkan, setelah itu akan dikembalikan dana yang telah dipinjam dari Bank NTT.
"Tahun ini, kami merubah mekanisme PKL yakni PKL mandiri dan Usaha," tandasnya
Diketahui jumlah mahasiswa D3 yang melaksanakan PKL 2020/2021 adalah, prodi tanaman pangan dan holtikultura sebanyak 38 orang, prodi teknologi pangan sebanyak 17 orang, prodi manajemen agribisnis sebanyak 40 orang, prodi MPLK sebanyak 112 orang, prodi kesehatan hewan sebanyak 53 orang, prodi produksi ternak sebanyak 55 orang, prodi MSDH sebanyak 89 orang, prodi TBP sebanyak 46 orang.
• Pemkab Flotim Dapat Bantuan Alat Kesehatan dari Pusat, Ini Alatnya
• Kenali Prosesnya dan 5 Manfaat Cuka Sari Apel bagi Kesehatan
• Gubernur NTT Optimis, Empat Kabupaten di Pulau Sumba Segera Keluar Kemiskinan
Sehingga total mahasiswa D3 Kampus Politani Negeri kupang yang melaksanakan Program Kuliah Lapangan (PKL) pada tahun 2020/2021 sebanyak 450 orang.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)