Breaking News:

Terdampak Covid-19, Warga Bakiruk Dapat Bantuan Beras dari Polres Malaka

Terdampak Covid-19, warga Bakiruk dapat bantuan beras dari Polres Malaka

POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Kabag Ops Polres Malaka, AKP Evodius Nuka 

POS-KUPANG.COM | BETUN--Jajaran Polres Malaka terus berempati membantu warga terkait dampak pandemi Covid-19. Upaya yang dilakukan adalah ke desa-desa membagikan bantuan beras untuk warga yang terdampak pandemi.

Sebelumnya kegiatan bakti sosial (baksos) di Kecamatan Malaka Timur dan Malaka Barat, kini jajaran Polres Malaka fokus di Kecamatan Malaka Tengah dan titik sasaran pertama di Desa Bakiruk.

Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno, S.H melalui Kabag Ops, AKP Evodius Nuka menyampaikan hal ini kepada Pos-Kupang, Senin (22/2/2021).

Relaksasi Kredit Rumah, REI NTT Juga Minta Dukungan Pemda Permudah Perizinan

Dikatakan Evodius, bantuan beras dari institusi TNI ini akan terus berlanjut menjangkau desa-desa yang terisolasi. Hal ini karena karena dampak dari pandemi Covid-19 menyulitkan warga dan tidak bisa leluasa kemana-mana.

Terhadap kondisi ini, melahirkan empati dari jajaran Polri lingkup Polres Malaka berbagi kasih dengan menyediakan 10 ton beras untuk dibagikan ke warga terdampak Covid-19.

Pisma V Unwira Kupang, Mengaktifkan Mahasiswa di Tengah Pandemi Covid-19

"Saat ini dibawa pimpinan Bapak Kapolres dan Bapak Wakapolres bersama beberapa Perwira membagikan bantuan beras untuk 90 Jiwa di Desa Bakiruk, Malaka Tengah. Ini desa sasaran pertama dan kita lihat lagi desa mana yang jadi sasaran berikutnya," tutur Evodius.

Untuk diketahui, Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno, S.H disela-sela kegiatan pembagian beras menyampaikan beberapa hal terkait kegiatan kemanusiaan ini.

Menurut Albert, tujuan kedatangan jajarannya, sehubungan dengan masalah pandemi covid-19 yang masih terjadi seantero dunia termasuk di Malaka.

"Kami hadir karena sangat kuatir dengan pandemi ini di warga. Kami menjumpai warga untuk melihat dan mendapatkan informasi apakah warga dalam kondisi sehat atau tidak. Kami mau dengarkan apakah ada masyarakat terpapar covid-19 atau tidak," jelas Albert.

Menurut Albert, kehadiran mereka di desa-desa membawa sedikit bingkisan kasih terutama bantuan beras.

Dirinya berharap warga setelah menerima bantuan beras per Kepala Keluarga (KK) sebanyak 10 Kilogram ini bisa dimanfaatkan dalam dua atau tiga hari kedepan sebagai bentuk rasa kasih sayang dari Polri dan TNI kepada warga.

"Kami tidak menuntut balas kepada kami. Kami hanya minta warga dukung dalam tugas melayani warga di Malaka lewat doa dan kegiatan lain misalnya kalau ada anak-anak yang mengendarai motor tidak pakai helm atau .motor tidak ada plat, maka tolong dipasang," pesan Albert.

Albert juga mengingatkan kepada warga bahwa saat inipun dilakukan kegiatan operasi justicy dimana menyadarkan warga untuk disiplin dalam penggunaan APD baik di rumah, pasar atau tempat yang berpotensi kerumuman massa. Dirinya mengimbau agar tetap mengenakan masker agar tidak ditularkan ke sesama yang lain.

"Dukung kami dengan membentuk Kampung Tangguh dengan maksud selalu disiplinkan diri. Saya mau ingatkan bahwa Covid ini sangat mematikan. Pada Desember 2020 saya kena covid. Saya tidak tahu kenanya dimana tapi saya 16 hari diisolasi. Imbauan saya jangan main- main karena ini soal mati hidup. Tolong sampaikan ke keluarga supaya jaga diri dengan tetap rajin gunakan APD seperti masker dan rajin cuci tangan pakai sabun," pungkas Albert. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved