Pelatihan Susenas di Kabupaten Manggarai Timur Punya Peran yang Strategis
Susenas yaitu angka kemiskinan, indeks pembangunan manusia, gini ratio dan berbagai indikator sosial ekonomi yang penting.
Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
Pelatihan Susenas di Matim Punya Peran yang Strategis
POS-KUPANG.COM|BORONG --Pelatihan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2021 Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dilaksanakan dalam monitoring ketat Ketua Gugus Tugas Covid-19 Matim yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Matim, Boni Hasudungan. Pelatihan ini penting dan strategis untuk keberhasilan pelaksanaan lapangan Susenas 2021.
Pelatihan ini berlangsung di Hotel Krisna 2 di Jalan Pertigaan Lewe - Kembur, Satar Peot, Borong, Matim, dari 22 sampai 27 Februari 2021 diikuti 43 orang peserta dalam dua gelombang.
Salah satu hasil yang diperoleh dari Susenas yaitu angka kemiskinan, indeks pembangunan manusia, gini ratio dan berbagai indikator sosial ekonomi yang penting.
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Manggarai Timur, Boni Hasudungan dalam pesan tertulisnya meminta agar seluruh peserta mengikuti protokol kesehatan secara disiplin atau ketat.
Sepanjang mengikuti protokol kesehatan pelatihan bisa tetap berlangsung tetapi jika tidak maka gugus tugas bisa menghentikan kegiatan pelatihan ini.
Sebelum mengikuti pelatihan seluruh peserta melakukan pengukuran suhu tubuh, jarak duduk diatur, diatur agar tidak ada kerumunan, dipastikan selalu memakai masker dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.
Pelatihan diawali pretest lima soal menggunakan mentimeter.com sebelum acara pembukaan. Peserta terbaik mendapatkan bingkisan hadiah Sensus Penduduk 2020.
Metode ini bisa menjadi bahan analisis untuk Pejabat Fungsional Statistisi Ahli Muda apakah metode pretest menggunakan teknologi berpengaruh terhadap kualitas data Susenas yang dihasilkan.
Kepala BPS Manggarai Timur, Angela Regina Maria Wea dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa setiap orang bisa bekerja, tetapi bekerja dengan benar dan sesuai SOP tidak semua orang bisa melakukan. Pada pelaksanaan Susenas Maret 2021 peserta akan melaksanakan pekerjaan dengan sistem kontrak, sebagai seorang professional, dengan pembayaran dalam bentuk OB (Orang-Bulan) yaitu 1 Orang-Bulan.
Dengan sistem kontrak ini kata Angela, maka petugas terikat pada spesikasi pekerjaan yang ditentukan dalam kontrak, baik mutu, jumlah, jangka waktu serta tingkat layanan pekerjaan.
Ia mengatakan, untuk mutu, kuantitas, dan waktu jelas. Tingkat layanan pekerjaan artinya selalu melaporkan sudah sejauh mana pekerjaannya, menyusun hasil pekerjaan menurut urutannya, mengantarkan kepada pengawas, dan meminta pengawas untuk memastikan apakah hasil pekerjaan telah memenuhi spesifikasi yang ditentukan dalam kontrak.
Jika ada yang perlu diperbaiki, kata Angela, perlu segera diperbaiki sebelum masa kontrak berakhir, dan diakhiri penyerahan pekerjaan dan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.
Semakin cepat menyelesaikan pekerjaan akan semakin baik. Itulah yang disebut seorang yang professional. Lebih lanjut Angela menjelaskan, untuk bisa bekerja sesuai standar kerja yang tinggi, maka peserta diharapkan “mengerti” apa yang akan dikerjakan nanti.
Untuk bisa `mengerti` memerlukan sebuah proses pemahaman yang didapatkan dari apa yang dilihat atau didengar. ‘ Yang menjadi kendala adalah kita tidak sungguh-sungguh melihat dan mendengar dengan baik. Kita mempunyai mata, tetapi kita tidak mau melihat dan kita mempunyai telinga, tetapi kita tidak mau mendengar. Kita tidak melihat dan mendengar karena kita hanya berfokus pada keinginan kita saja,” katanya.