Mahasiswa KKN Unwira Ciptakan Tempat Cuci Tangan Otomatis Berbasis Sensor
Wadah cuci tangan otomatis ini dikerjakan Dior selama satu minggu, hanya dengan bahan-bahan sederhana yang dibeli di toko.
Mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer Unwita Kupang ini mengaku, waktu yang dibutuhkan untuk merakit dan melakukan uji coba tempat cuci tangan berbasis sensor tersebut hanya satu minggu. Tetapi memang membutuhkan ketekunan, konsentrasi, serta pengatahuan teknologi yang cukup.
Adapaun biaya yang dikeluarkan hanya RP.600.000 rupiah. Pria kelahiran Manggarai Flores ini ingin agar inovasi yang ia lakukan bisa membantu masyarakat di masa Pandemi Covid-19.
Inovasi yang dilakukan salah satu Mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer Uwira Kupang ini mendapat apresiasi dari para dosen dan panitia KKN.
Menurut Andi Nani, dosen pada Jurusan Ilmu Komputer mengatakan, Tempat Cuci Tangan Otomatis Berbasis Sensor tersebut masih bisa disempurnakan lagi dan diperkenalkan ke pemerintah juga para pebisnis di Kota Kupang dan NTT umumnya agar bisa digunakan di tempat-tempat bisnis, juga pusat-pusat keramaian dan
pintu masuk pasar. Karena alat tersebut akan sangat membantu mengurangi penyebaran Covid- 19 sekaligus mendukung penerapan ajakan cuci tangan.
Untuk diketahui bahwa, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN)-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, periode Semester Ganjil 2020-2021, sudah dibuka secara resmi oleh Pater Dr. Philipus Tule, SVD, pada Kamis, (28/1/ 2021) silam.
Acara Pembukaan dilakukan secara virtual dari Gedung Rektorat, Kampus Unwira Jln. Ahmad Yani, Kupang.
• Istri Hamil Saat Suami Merantau, Kades Bikin Perdes & APBDes untuk Perempuan dan Anak
• Briptu Hendrikus Joseph Das Neves: Saya Iba Melihat Ibu itu Mengerang Kesakitan di Teras Rumah
• Guru yang Pukul Murid Pakai Obeng di Kabupaten Lembata Dipolisikan Orangtua
• Pria NDM Asal Kupang Tega Cabuli Bocah 1 Tahun
• Kursi Wakil Bupati Ende Lowong, Ini Figur yang Diinginkan Djafar
Saat itu, menurut Pater Dr. Philipus Tule, KKN-PPM adalah bagian penting dari kiprah perguruan tinggi dalam pembangunan dan peradaban bangsa.
Dan bagi Unwira, sebut Rektor, KKN-PPM adalah salah satu kegiatan wajib bagi mahasiswa dalam proses pematangan kemampuan kognitif, afektif, psikomotorik, spiritual, dan emosional mereka, sehingga diharapkan melalui KKN-PPM, mahasiswa dapat mengaplikasikan kemampuan teoretis mereka sesuai bidang keahlian dalam rangka membantu masyarakat terutama dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah pandemi Covid-19.(*/release Mikhael Rajamuda Bataona)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/mahasiswa-unwira-kupang-sedang-mencuci-tangan.jpg)