Breaking News:

DPRD NTT Serahkan Perda No 8 Tentang APBD ke Pemkab Belu

Perda Nomor 8 ini sudah dijabarkan beberapa kali dan terakhir penjabaran untuk harmonisasi penanganan Covid-19.

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Anggota DPRD NTT, Nelson Obed Matara menyerahkan Perda nomor 8 tahun 2020 tentang APBD kepada Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, S.Pi di Lantai I Kantor Bupati Belu, Jumat (19/2/2021). 

DPRD NTT Serahkan Perda No 8 Tentang APBD ke Pemkab Belu

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT menyerahkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2020 tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTT tahun 2021, Rekomendasi DPRD Provinsi NTT tentang penanganan Covid -19 serta Harmonisasi pelaksanaan APBD Provinsi NTT tahun anggaran 2021. 

Perda ini diserahkan oleh Anggota DPRD Provinsi NTT, Nelson Obed Matara dan diterima oleh Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, S.Pi di Lantai I Kantor Bupati Belu, Jumat (19/2/2021).

Anggota DPRD NTT, Nelson Matara mengatakan, Perda Nomor 8 ini sudah dijabarkan beberapa kali dan terakhir penjabaran untuk harmonisasi penanganan Covid-19.

“Harmonisasi anggaran ini karena kita semua tahu bahwa terjadi pandemi covid - 19 maka kita harus melaksanakan harmonisasi. Kami DPRD sudah melaksanakannya dan menghasilkan 13 item yang kami siapkan,” terang Nelson Matara.

Lanjut Nelson, Pemerintah Provinsi NTT telah melakukan refocusing anggaran sebesar Rp 300 M untuk penanganan Covid-19 tahun 2021. Anggaran akan terus naik jika angka penyebaran Covid-19 terus meningkat.

Terhadap refocusing anggaran ini tentu ada dampak pada program kegiatan lainnya termasuk di Kabupaten Belu yang didanai APBD Provinsi. 

“Refocusing ini pasti dampaknya. Ada program kegiatan di Kabupaten Belu yang didanai oleh APBD I tidak dapat dilaksanakan tahun ini, tetapi kedepan pasti dilaksanakan. Kami juga berharap bapak Plh Bupati bisa menyampaikan hal ini kepada masyarakat agar jangan sampai masyarakat menilai bahwa kami tidak melaksanakan tugas kami", kata Nelson.

Plh. Bupati Belu, Frans Manafe usai dalam sambutan menyampaikan, Pemkab Belu selalu patuh dan taat menjalankan seluruh regulasi yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun provinsi.

Kata Plh. Bupati, pada masa pandemic ini pemerintah tidak bisa menghindari refocusing anggaran untuk penanganan pandemi covid yang korbannya dari waktu ke waktu semakin meningkat.

"Kemarin kami baru selesai rapat TAPD sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama refocusing akan kami lakukan, hanya sebagai Pelaksana Harian kewenangannya sangat terbatas apalagi dalam kebijakan keuangan. Oleh karena itu kami juga berharap agar penjabat atau bupati definitif segera dilantik sehingga kegiatan-kegiatan strategis yang harus segera dilakukan segera dieksekusi. Tapi kami berinisiatif untuk segera melakukan karena saya sebagai Penjabat Sekda punya kewenangan yang bisa dipertanggungjawabkan terkait hal ini,” terang Plh Bupati Belu.

Frans Manafe juga mengungkapkan, dalam pembahasan perencanaan pembanguna sudah ditegaskan kepada Tim TAPD khususnya Badan Perencanaan Pembangunan dan Badan Keuangan Daerah agar apabila terdapat program kegiatan yang tidak terlalu signifikan yang tidak mendesak bisa dipending untuk tahun-tahun mendatang sedangkan untuk kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh direfocusing.

Mantan Kepala BP4D Kabupaten Belu ini juga menyampaikan bahwa dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Belu, Pemerintah selalu bersinergi dengan TNI/Polri, serta unsur lainnya dalam melakukan himbauan kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan.

Disampaikan, untuk saat ini Pemerintah Kabupaten Belu telah menyiapkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar 23 Miliar dan sesuai arahan Gubernur NTT bahwa setiap Kabupaten/kota harus menyiapakan dana BTT sebesar 50 miliar. Dana BTT ini akan dipergunakan untuk penanganan Covid-19, Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan perbaikan ekonomi masyarakat.

Wajib Tahu Moms, 10 Bahan Alami untuk Menjaga Kesehatan Paru-paru Anda

Gereja Berharap Pemerintah Provinsi NTT Komitmen Terhadap Pertanian, Peternakan dan Kelautan 

“Ini tiga kegiatan besar yang harus kami siapkan dananya lewat BTT dan Kabupaten Belu masih kekurangan 27 miliar dan kami terus mencari,” ungkap Plh. Bupati Belu. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved