Breaking News:

YSSP Lakukan Koordinasi Dengan Polres TTS Guna Dampingi MS

YSSP melakukan koordinasi dengan Polres TTS guna mendapatkan rekomendasi guna bisa melakukan pendampingan terhadap MS

POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Direktur YSSP, Rambu Mella 

POS-KUPANG.COM | SOE - Yayasan Sanggar Suara Perempuan ( YSSP) melakukan koordinasi dengan Polres TTS guna mendapatkan rekomendasi guna bisa melakukan pendampingan terhadap MS, gadis 16 tahun yang menjadi tersangka kasus pembunuhan. Nantinya, Staf YSSP di Kupang yang akan melakukan pendampingan kepada korban.

Direktur YSSP, Ir. Rambu Atanau Mella mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan kepada MS yang masih berstatus anak dalam menjalani proses hukum.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan pendampingan guna memberikan penguatan secara psikologis kepada MS.

OJK Luncurkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia (RP2I) 2020-2025

" Kita sedang berkoordinasi dengan Polres TTS guna mendapatkan rekomendasi sehingga bisa mendampingi MS. Selain fokus pada proses hukum, kita juga fokus pada penguatan psikologi MS," ungkap Rambu Kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (18/2/2021).

Selain YSSP, Dinas P3A Kabupaten TTS juga akan melakukan pendampingan kepada MS. Selain itu, Dinas P3A juga akan menyediakan konselor untuk MS.

BREAKING NEWS - Sosok Mayat Perempuan Tak Dikenal Ditemukan di Pantai Londa Empat

" Kita akan sediakan pengacara untuk mendampingi MS dan juga konselor untuk menguatkan psikologi MS," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Fakta baru terungkap dari kasus pembunuhan Nikodemus Biaf(48), warga Kualin, Kabupaten TTS yang dihabisi MS, gadis 16 tahun dengan menggunakan sebilah pisau pada 11 Februari lalu.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, diketahui jika sebelum menghabisi korban, pelaku dan korban sempat berhubungan badan.

Pelaku nekat menghabisi nyawa korban lantaran korban memaksa pelaku untuk kembali melayani nafsunya untuk kedua kalinya.

"Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka diketahui jika pelaku dan korban sudah pernah melakukan hubungan badan sebelumnya. Pada tanggal 11 Februari tersebut, pelaku dan korban sempat melakukan hubungan badan di dalam hutan. Usai melakukan hubungan badan, korban yang belum puas memaksa pelaku untuk kembali berhubungan badan lagi namun ditolak pelaku. Karena korban terus memaksa, akhirnya pelaku menghabisi nyawa korban dengan menggunakan sebilah pisau," ungkap Kapolres TTS, AKBP Andre Librian, S.IK didampingi Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Hendricka Bahtera kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (17/2/2021). (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved