Breaking News:

OJK Luncurkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia (RP2I) 2020-2025

Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) meluncurkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia ( RP2I) 2021-2025, Kamis (18/2/2021)

POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Heru Kristiyana selaku Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan saat meluncurkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia (RP2I) 2021-2025, Kamis (18/2/2021). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) meluncurkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia ( RP2I) 2021-2025, Kamis (18/2/2021).

Roadmap tersebut berisikan arah dan acuan pengembangan jangka pendek maupun pengembangan struktural secara bertahap dalam rentang enam tahun ke depan untuk mengoptimalkan peran perbankan dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Penemuan Mayat Perempuan di Sumba Timur - Dionisius Saksi Pertama yang Melihat Korban

Dalam peluncuran RP2I 2020-2025 yang disiarkan melalui akun Youtube Jasa Keuangan, Heru Kristiyana selaku Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan menyampaikan bahwa pertumbuhan aset, DPK, dan Kredit Perbankan mengalami perlambatan sejak pandemi Covid-19. Selain karena melemahnya demand, perbankan juga makin selektif dalam penyaluran kredit di tengah persepsi tingginya risiko kredit dampak pandemi. "Yang perlu kita atasi ke depan terkait gap antara pertumbuhan kredit yang masih minus 2,41 persen di akhir tahun dengan pertumbuhan DPK yang cukup tinggi yakni 11,11 persen. Tentu saja ini jadi perhatian perbankan agar terus membuat medikasi terhadap berbagai tantangan," ungkapnya.

Tersangka Penjualan Daging Rusa di Labuan Bajo Diancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta

Perbankan kini mengalami sejumlah tantangan baik jangka pendek maupun struktural. Dalam jangka pendek, beberapa tantangan dihadapi perbankan yakni ketidakpastian penyelesaian pandemi Covid-19. Hal itu menyebabkan pemulihan perekonomian global berjalan lambat, resesi ekonomi, kondisi pasar keuangan mengalami volatilitas tinggi, dan potensi berakhirnya kebijakan stimulus fiskal untuk pemulihan perekonomian. Sementara itu, tantangan struktural perbankan antara lain penguatan struktur dan daya saing dimana skala usaha dan efisiensi perbankan masih rendah serta disparitas skala usaha dan daya saing antar bank tinggi. Tantangan struktural lainnya menyangkut pasar keuangan masih dangkal, pembiayaan berkelanjutan belum optimal, perbankan syariah belum optimal, revolusi ekonomi dan layanan digital, serta transformasi pengaturan dan pengawasan.

RP2I 2020-2025 terdiri dari empat arah/pilar pengembangan yaitu Penguatan struktur dan keunggulan kompetitif; Akselerasi transformasi digital; Penguatan peran perbankan dalam perekonomian nasional; dan penguatan pengaturan, pengawasan dan perizinan; serta empat perangkat pendukung (enabler) yang terdiri dari Kepemimpinan dan manajemen perubahan; Infrastruktur teknologi informasi; Kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM); dan Sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

"RP2I ini akan menjadi pijakan dalam pengembangan ekosistem industri perbankan kita dan infrastruktur perbankan mengenai pengaturan dan pengawasan perizinan ke depannya. Kami berharap akan terwujud perbankan nasional yang resilien, berdaya saing, dan kontributif untuk mendukung program pemerintah," pintanya.

Sementara itu, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK, Teguh Supangkat dalam sambutan di awal acara menyebut, RP2I itu merupakan suatu living document yang dapat disesuaikan untuk menghadapi perkembangan industri yang bersifat dinamis dan memerlukan respon kebijakan yang relevan, tepat waktu, dan tepat substansi bagi pengembangan perbankan nasional.

"Kami berharap RP2I 2020-2025 ini yang merupakan pelaksanaan lebih lanjut dari MPSJKI dapat memberikan arah bagi perbankan untuk mengatasi berbagai tantangan ke depan sehingga dapat terwujud perbankan yang kuat, berdaya saing tinggi,dan berkontribusi optimal terhadap perekonomian nasional," kata Teguh menutup sambutannya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Penulis: F Mariana Nuka
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved