Breaking News:

Penanganan Covid

Inspektorat Telah Review Dana Covid-19 di Kabupaten Belu

Inspektorat Kabupaten Belu telah selesai melakukan review penggunaan dana Belanja Tidak Terduga ( BTT) penangan Covid-19

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Inspektur Inspektorat Kabupaten Belu, R.Th. Jossetiyawan Manek, S.Pt 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Inspektorat Kabupaten Belu telah selesai melakukan review penggunaan dana Belanja Tidak Terduga ( BTT) penangan Covid-19 yang bersumber dari APBD Kabupaten Belu TA 2021 senilai Rp 22, 2 M lebih.

Inspektorat mereview pengguna dana berdasarkan Rencana Kebutuhan Biaya (RKB)/Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang diusulkan masing masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani Covid-19.

Setelah mereview, Inspektorat juga telah memberikan Catatan Hasil Review (CHR) dan Laporan Hasil Review (LHR) kepada OPD.

Bangga Atas Kekayaan Wisata NTT

Hal ini disampaikan Inspektur Inspektorat Kabupaten Belu, R.Th. Jossetiyawan Manek, S.Pt saat dikonfirmasi wartawan, Senin (15/2/2021).

Dikatakannya, hampir sepekan Inspektorat melakukan review RKB dan RKA dari OPD dan hasilnya sudah diserahkan kembali ke OPD yang bersangkutan.

"Kita sudah review dan hasil review sudah kita serahkan kembali ke masing-masing OPD", kata pria
disapa Iwan Manek.

15 Pejabat Eselon II Nonjob Tanpa Alasan Jelas: Kami Terima Kami Cinta Damai dan Kami Cinta NTT

Menurut Ivan, RKB dari OPD yang dilakukan review yakni, Dinas Kesehatan, RSUD Atambua, BPKAD, Satpol-PP, BPBD Belu dan PUPR. Kegiatan review berdasarkan prinsip-prinsip review yang berlaku baik dari aspek administrasi maupun keuangan dan lainnya.

Inspektorat mereview penggunaan dana BTT dari APBD Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2021 berkaitan dengan kegiatan-kegiatan penanganan Covid-19. Anggaran yang digunakan itu mesti memenuhi unsur akuntasi dan tepat sasaran.

"Intinya bahwa dana untuk kegiatan-kegiatan penanganan Covid-19 itu harus tepat sasaran," ujarnya.

Dari hasil review tersebut, barulah dana BTT mulai digunakan. Review ini merupakan satu tahapan dalam penggunaan dana Covid-19 dan memiliki payung hukum.

Sebelumnya Pejabat Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi saat dikonfirmasi wartawan menerangkan, penggunaan dana Covid-19 harus melalui review yang dilakukan Inspektorat.

"Iya setelah di-review anggarannya sudah bisa digunakan dan harapannya dengan review ini anggaran dapat digunakan sesuai peruntukannya," urainya.

Untuk diketahui Pemerintah Kabupaten Belu telah menyiapkan payung hukum penggunaan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) penanganan Covid-19 yakni, Peraturan Bupati Belu Nomor 1 Tahun 2021 tentang tata cara penggunaan dana Belanja Tidak Terduga untuk penanganan COVID-19 (coronavirus disease 2019) di Kabupaten Belu dan Keputusan Bupati Belu nomor 15 HK 2021 tentang pemanfaatan Belanja Tidak Terduga untuk penanganan coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Belu.

Total anggaran Belanja Tak Terduga untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 22, 2 M lebih. Rincian, Bidang Kesehatan Rp 13.2 M, Bidang penanganan dampak ekonomi Rp 2,5 M, Bidang Jaring Pengaman Sosial (JPS) 5 M dan rencana lainnya Rp 1,5 M.

Catatan Redaksi:
Bersama-kita lawan virus corona. POS-KUPANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M: Wajib memakai masker;
Wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan; Wajib mencuci tangan dengan sabun. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved