Breaking News:

15 Pejabat Eselon II Nonjob Tanpa Alasan Jelas:"Kami Terima Kami Cinta Damai dan Cinta NTT

Sudah dua tahun 15 pejabat eselon II nonjob tanpa alasan jelas, "kami terima karena kami cinta damai dan kami cinta NTT

ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
15 Pejabat Eselon II Setda NTT yang Nonjob 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sudah dua tahun 15 pejabat eselon II nonjob tanpa alasan jelas, "kami terima karena kami cinta damai dan kami cinta NTT," kata salah satu pejabat Dr. Ir. Andre W Koreh, MT melalui layanan WhatsApp yang diterima POS- KUPANG.COM, Senin (15/2/2021) pagi.

Ini adalah kutipan curahan hati 15 pejabat eselon II Setda NTT yang sudah dua tahun nonjob. Curahan hati ini dikirim salah seorang pejabat Dr. Ir. Andre W Koreh, MT yang diterima POS- KUPANG.COM, Senin (15/2/2021) pagi. Berikut isi lengkapnya.

Hari ini, dua tahun lalu tepatnya tanggal 15 Februari 2019. Kami 15 orang PTP ( pejabat tinggi pratama / eselon II/a ) Pemprov NTT masing-masing Alexander Sena, Anis Tay Ruba, Andre Koreh, Boni Marasin, Bruno Kupok, Fredy Thilman, Haji Husein, John Hawula, Mikael Fernandez
10. Nike Mitak, Paul Manehat ( alm), Simon Tokan, Tini Tadeus, Wellem Foni, Yulia Afra.

Bupati Alor Pejabat Publik Pertama di NTT Terima Vaksin Sinovac untuk Lansia

Setelah mengabdi sebagai ASN rata rata lebih dari 30 tahun kami diberhentikan begitu saja ( nonjob ) tanpa alasan yang jelas dari pimpinan.

Bahkan SK pemberhentian pun belum kami terima sampai saat ini. Suatu kondisi yang bagi siapapun tentunya tidak menyenangkan, tidak memberi sukacita dan tentunya tidak berkeadilan karena tidak sesuai dengan UU ASN.

Walaupun demikian, kami memilih untuk menerima dan menjalaninya agar tidak terkesan ambisius akan jabatan dan tidak menimbulkan kegaduhan karena kami cinta damai dan kami cinta NTT.

Hasil Pemeriksaan Sampel TCM di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu: 11 Pasien Positif Covid-19

Namun jika hari ini tanggal 15 Februari 2021, 10 orang telah memasuki masa pensiun, 1 orang meninggal dunia, tinggal 4 orang yang menyandang status sebagai staf khusus Gubernur NTT Non Eselon masih menjadi ASN walau tanpa tugas dan arah yangg jelas, dan tahun depan pun akan memasuki masa pensiun.

Tidak ada kata yang dapat mewakili perasaan kami selain mensyukuri berkat kehidupan yang Tuhan berikan. Terimakasih untuk kondisi seperti ini. Terima kasih untuk kehadiran negara yang kami abdi, terima kasih untuk balasan negara bagi pengabdian kami.

Sejarah mencatat prestasi kami masing-masing buat NTT tercinta selama puluhan tahun, dan sejarah pula mencatat bahwa kami pernah berada dalam kondisi ini. Kami berharap biarlah kondisi seperti ini hanya kami yang mengalaminya dan berakhir hanya pada kami.

Terlalu mahal nilai pengabdian puluhan tahun yang kami berikan bagi negara jika harus dihapus begitu saja atas alasan apapun. Apalagi hanya karena ketidaksukaan.

Kekuasaan yang Tuhan berikan hendaknya dipakai untuk membuat banyak orang sejahtera, bangkit dari keterpurukan dan mengalami suka cita. Bukan untuk menzalimi apalagi dipakai secara sewenang wenang.

Karena pemerintahan itu berbeda dengan kerajaan dan pemimpin itu berbeda dengan penguasa. Apapun itu hidup harus terus berlanjut, karena jabatan hanya ladang pengabdian maka tiap masa ada pemimpinnya. Dan tiap pemimpin ada masanya. Salam sukses buat kita semua. Salam sehat dan GBU. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved